Kamis , 26 October 2017, 13:54 WIB

Bappenas Ingin Pesantren Aktif di Sektor Riil Halal

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Agus Yulianto
Republika/Fuji Pratiwi
 Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang P. S Brodjonegoro menerima tanda apresiasi dari Kepala Pusat Kegiatan Mahasiswa FEB UI Pribadi Setiyanto usai memberi paparan tentang ekonomi pembangunan Islam di Kampus FEB UI, Kamis (26/10).
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang P. S Brodjonegoro menerima tanda apresiasi dari Kepala Pusat Kegiatan Mahasiswa FEB UI Pribadi Setiyanto usai memberi paparan tentang ekonomi pembangunan Islam di Kampus FEB UI, Kamis (26/10).

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Badan Perancanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ingin pesantren ikut aktif dalam kegiatan ekonomi riil halal. Sektor riil dan jasa halal jadi perhatian Bappenas karena pengembangannya akan berdampak lanjutan pada sektor keuangan syariah.

Dalam kuliah umum tentang peran ekonomi Islam dalam mewujudkan pembangunan yang adil dan berkelanjutan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang P. S Brodjonegoro mengatakan, salah satu kekuatan ekonomi lokal dan umat adalah pesantren.

Karenanya, perlu ada perhatian soal bagaimana membangun kemandirian ekonomi dan peran pesantren dalam pembangunan. ''Kami coba jadikan pesantren sebagai basis ekonomi nasional,'' kata Bambang di FEB UI, Kamis (26/10).

Bappenas melihat banyak pesantran belum mandiri, tata kelola terbatas, pengembangan potensi pasar belum optimal, dan transfer pengetahuan belum banyak dilaku terbatas. Untuk itu, saat ini sedang disusun peta jalan pengembangan ekonomi pesantren termasuk standar laporan keuangan pesantren.

''Paling tidak di pesantren harus ditekankan perlunya keterbukaan dan penyusunan laporan keuangan yang benar,'' ucap Bambang.

Bappenas juga mendorong pengembangan usaha percontohan, memfasilitasi pasar, berbagi pengetahuan, dan ujungnya pada induk usaha pesantren. Sehingga, kelak pesantren bisa punya kegiatan ekonomi inti yang membuat mereka mandiri.

Sinergi antar lembaga, kata Bambang, terus dilakukan. Bappenas membuka kesempatan kepada semua pihak untuk ikut mengembangkan ekonomi berbasis pesantren, tidak ekslusif satu dua institusi saja.

Yang tengah dilakukan saat ini adalah membuat setidaknya permodelan ekonomi berbasis pesantren dulu. Pada intinya, ini adalah kerja sama korporasi dengan UKM dalam hal ini pesantren. ''Jadi intinya, kami ingin lahirkan wirausaha baru dari pesantren,'' kata Bambang.