Rabu , 27 September 2017, 04:51 WIB

Kunci Sukses Menghafal Alquran

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Agung Sasongko
ROL/Wisnu Aji Prasetiyo
Alquran
Alquran

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Memiliki anak yang memahami dan menghafal Alquran adalah harapan setiap orang tua. Mereka menginginkan buah hatinya dekat dengan Allah dengan cara menghafalkan dan memahami ayat-ayat Ilahi sedini mungkin

. Tak jarang anak-anak muncul sebagai penghafal Alquran. Di masa yang biasanya dimanfaatkan bermain, ada saja anak yang sudah menghafal Alquran. Prestasi itu sangat mungkin dicapai, asalkan dilakukan dengan tekun dan penuh kesabaran.

Pemuda juga tak mau kalah. Banyak dari mereka yang aktif mendalami Alquran. Ada yang menghafal Alquran. Ada juga yang meneliti berbagai ilmu untuk membedahnya, seperti tafsir. Mereka berlomba-lomba dalam studi Alquran. Orang tua juga ada yang berusaha fokus tahfiz Alquran. Meski sudah tak lagi muda, mereka tetap bersemangat untuk mengingat ayat-ayat Ilahi sedikit demi sedikit. Waktu senggang mereka manfaatkan untuk membaca dan menghafal Alquran.

Ada juga yang membaca terjemah Alquran. Terlihat semangat para orang tua yang ingin mendalami makna dan kandungan kalam Ilahi yang menjadi petunjuk dan pedoman hidup.

Kegemaran dan kecintaan kepada Alquran ini merupakan bukti Allah menjaga kitab suci tersebut. Tak salah bila Sang Pencipta berfirman dalam al-Hijr ayat 9, Sesungguhnya kami menurunkan az-Zikra (Alquran), dan kami menjaganya.

Hafiz Alquran yang juga dokter Sagiran menjelaskan pengalamannya menghafal Alquran dan menuliskan kiat-kiatnya dalam buku Menjadi Keluarga Allah. Kunci sukses menghafal Alquran menurutnya ada pada kekuatan tekad.

Niat juga menjadi pijakan awal yang menentukan kesuksesan seseorang untuk menggapai yang diinginkan. Dengan niat untuk beribadah kepada Allah, dibarengi dengan usaha maksimal, siapa pun bisa menjadi hafiz Alquran.

Tekad dan niat itu dibangun dan memperkuat keinginan menghafal karena berdasarkan pada kesimpulan, bahwa Alquran adalah kitab yang isinya mudah untuk dihafal. Buktinya adalah pengalaman Rasulullah SAW menerima wahyu pertama kali. Ketika bersembunyi di gua Hira, Nabi Muhammad menerima wahyu per tama berisikan perintah untuk mem baca dengan nama Tuhan.