Jumat , 21 April 2017, 02:03 WIB

Testimoni Din untuk KH Hasyim Muzadi

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Republika/Raisan Al Farisi
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin memberikan pemaparan saat memimpin rapat pleno ke-15 Dewan Pertimbangan MUI di Jakarta, Rabu (22/2).
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin memberikan pemaparan saat memimpin rapat pleno ke-15 Dewan Pertimbangan MUI di Jakarta, Rabu (22/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meluncurkan buku Takziyah Muhammadiyah untuk KH A Hasyim Muzadi di Gedung PP Muhammadiyah, Kamis malam (20/4). Peluncuran buku tersebut disambut baik oleh tokoh-tokoh nasional yang hadir di acara tersebut.

Mantan ketua umum PP Muhammadiyah M Din Syamsuddin saat memberikan testimoni terhadap buku tersebut mengungkapkan KH A Hasyim Muzadi sangat dekat di hati orang Muhammadiyah. Saat dirinya menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah sering mengundang beliau untuk acara pengajian.

Menurutnya, jamaah pengajian selalu ramai saat mengundang beliau. "Kami sepakat saling berkunjung, bersepakat menyambut tahun baru hijriah dengan pertemuan PP Muhammadiyah dan PBNU," kata Din di Gedung PP Muhammadiyah, Kamis malam (20/4).

Baca: PP Muhammadiyah Luncurkan Buku Takziyah untuk KH Hasyim Muzadi

Pada tahun pertama, Din mengajak delegasi dari PP Muhammadiyah untuk berkunjung ke PBNU. Tahun berikutnya, KH A Hasyim membawa delegasi PBNU ke PP Muhammadiyah. Kemudian, PP Muhammadiyah dan PBNU menyelenggarakan tausiah bersama. Menurut Din, kegiatan seperti ini berlangsung selama lima tahun.

Ia menambahkan, sebelum KH A Hasyim wafat, beliau juga berpesan agar ormas-ormas Islam bersatu. Beliau juga sempat mengatakan, gonjang-ganjing politik nasional ini sangat tergantung pada niat baik pemangku amanat.

"Menyampaikan pesan agar ormas-ormas Islam bersatu," ujarnya.

Saat peluncuran buku Takziyah Muhammadiyah untuk KH A Hasyim Muzadi, juga dihadiri Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud, Mantan Ketua PP Muhammadiyah M. Din Syamsuddin, putra bungsu KH A Hasyim Muzadi Muhammad Yusron Sidiqi dan tokoh-tokoh lainnya.