Rabu , 06 December 2017, 20:30 WIB

Taman, Elemen Penting Hunian Tradisional Suriah

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Agung Sasongko
muslimheritage.com
Rumah Tradisional di Suriah
Rumah Tradisional di Suriah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Tata lansekap menjadi perhatian penting pula di rumah-rumah tradisional Suriah. Ada dua elemen utama di taman-taman tengah rumah Suriah, yakni tumbuhan berbunga yang memberi kesan warna dan aroma. Yang kedua adalah tumbuhan kelompok sitrus, seperti jeruk dan lemon. Upaya memanjakan mata juga tercermin di muka bangunan sekeliling taman yang sengaja ditata demikian cantik.

Bila tuan rumah menghelat jamuan atau pertunjukan, acara akan digelar di iwan. Iwan adalah aula terbuka dengan atap tertutup. Iwan biasanya sengaja ditempatkan di bangunan bagian utara agar angin sejuk tetap terasa di musim panas.

Iwan diapit dua ruangan simetris yang berhadapan dan berhias ornamen bebatuan. Lantai penghubung antara ruang terbuka hunian ke iwan biasanya dipasangi marmer warna-warni yang sekilas tampak seperti karpet oriental.

Iwan bisa dikatakan sebagai ruang paling istimewa dari seluruh bagian hunian. Karena digunakan untuk aneka perayaan termasuk Idul Fitri, di dalam iwan biasanya diletakkan barang-barang dan perabot terbaik. Di rumah-rumah pejabat di Aleppo, atap iwan berupa kubah. Sementara dapur dan kamar kecil biasanya ada di lantai dasar.

Di balai pertemuan utama (iwan), kabinet sengaja dibuat menyatu dengan dinding. Lemari ini menjadi tempat menyimpan pernak-pernik aksesori rumah. Dinding di tepian kabinet kadang dibalut batang-batang kayu berukir serupa dengan kabinet.

Langit-langit ruangan juga didekor sebagus mungkin dengan panel-panel kayu berukir bentuk geometris. Di beberapa rumah, atap iwan dibuat lebih tinggi dari atap ruangan lain. Simetri berperan penting dalam komposisi dekorasi langit-langit.

Dekorasi internal ini punya empat tipe pola yakni kaligrafi ayat Alquran atau puisi, lukisan bunga dan dedaunan, hewan-hewan seperti burung, serta pola geometris seperti lingkaran, persegi, dan segitiga.

Pola geometris juga dilengkapi batu warna-warni. Bebatuan aneka warna ini juga bisa ditemui di lantai yang menghubungkan iwan dengan ruangan di sisi kanan kirinya.

Di sekitar taman di tengah rumah, biasanya terdapat tangga untuk naik ke lantai satu. Di sana terdapat haramlek atau tempat para wanita. Area ini merupakan tempat tinggal kaum wanita di rumah tersebut dan letaknnya benar-benar terpisah.

Di lantai satu juga ada kamar-kamar yang utamanya ditujukan bagi sanak keluarga tuan rumah yang datang menginap. Di lantai satu juga biasanya terdapat teras-teras untuk bersantai sore pada musim panas.

Bagi para wanita, tersedia juga area balkon kayu atau mushrabiya yang menghadap ke luar rumah. Area ini dilengkapi penghalang berbahan kayu yang membuat para wanita tetap bisa melihat pemandangan luar rumah tanpa terlihat orang dari luar.

Jendela-jendela rumah beruang terbuka ini memiliki dua tipe, yakni jendela yang menghadap ke luar rumah dan yang menghadap ke taman di dalam area rumah. Untuk menghindari bagian dalam rumah banyak terekspos ke luar, jendela yang menghadap ke luar rumah biasanya berukuran kecil, minim dekorasi, dan terletak di lantai satu ke atas.

Sementara jendela yang menghadap ke taman dalam area rumah, justru dibuat lebar dan lebih dekoratif agar ventilasi udara menjadi lebih baik. Rangka jendela ini diletakkan sejajar dengan dinding. Sementara kerai atau pelindung jendela lainnya dipasang menjorok dari dinding.

Bentuk rumah yang memiliki taman atau ruang terbuka di tengahnya cocok untuk daerah iklim kering. Sebab, keberadaan taman akan memaksimalkan naungan dan menciptakan iklim mikro yang lebih nyaman.

Keberadaan tumbuhan dan air di taman rumah membantu menurunkan suhu udara dan melembapkan atmosfer dalam rumah. Koridor-koridor yang tak terlalu lebar juga membantu menciptakan kesejukan.