Ahad , 12 November 2017, 06:27 WIB

Restorasi Masjid Tua di Albania

Red: Agung Sasongko
news.naij.com
Pameran foto-foto penyelamatan orang Yahudi oleh Muslim Albania
Pameran foto-foto penyelamatan orang Yahudi oleh Muslim Albania

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Salah satu tugas berat yang dihadapi Presiden Sali Berisha di awal masa pemerintahannya adalah upaya merenovasi tempat-tempat ibadah. Mengingat telah banyak sarana ibadah, terutama masjid, yang hancur dan rusak selama era komunis sehingga membutuhkan penanganan segera.

Di antara para ahli yang ditugaskan merestorasi masjid dan situs peninggalan Islam adalah Sulejman Dashi. Dia mengatakan, di Albania terdapat sekitar 800 masjid, ditambah 360 situs bersejarah lainnya.

Sulejman langsung bekerja. Masjid tertua yang berasal dari tahun 1380, diperbaiki. Berlokasi di Kota Berat, masjid ini dibangun oleh kekhalifahan Turki saat menguasai Albania.

Masjid bersejarah lain adalah yang terletak di Kota Kora, dekat perbatasan Yunani. Masjid Ilias Mirahori ini dibangun pada 1494. Satu lagi adalah masjid tua dari tahun 1779 di Kota Kruje di utara Ibu Kota Tirana.

Dashi dan timnya juga merestorasi masjid di Gjirokastor, kota kelahiran Enver Hoxha, serta masjid di Pegin, tak jauh dari Kota Elbasan. ''Masjid Abdurahman Pashi di Pegin adalah salah satu elemen penting kebudayaan Islam di Albania,'' terangnya.

Dibangun pada 1822, masjid Pegin memiliki sebuah menara jam dan menara azan yang terkoneksi dengan bangunan utama. Ini juga salah satu masjid di Albania yang banyak dipengaruhi gaya arsitektur Turki Ottoman.

Masjid akan selalu menjadi pusat kegiatan umat Islam Albania, karena di sanalah mereka memperoleh makrifat. Masjid juga berperan dalam menumbuhkan semangat keislaman, meski dalam kondisi serbasulit.

''Dulu, kakek selalu mengajak saya ke masjid. Beliau kemudian mengajari membaca Alquran,'' kenang Sulejman.

Tak heran, masjid banyak terdapat di Albania. Di setiap kawasan lapangan utama di kota-kota, selalu terdapat masjid. Ini membuktikan kedudukan masjid yang demikian tinggi di tengah masyarakat Muslim Albania.

Agama Islam dianut oleh sekitar 70 persen penduduk yang berjumlah 3,5 juta jiwa. Sisanya adalah penganut Nasrani. Pada masa lampau, Albania selalu berada di bawah kekuasaan imperium besar dunia seperti Romawi, Turki Ottoman, dan Yunani.

Pada era Romawi, Albania menjadi kawasan Nasrani. Barulah ketika kekuasaan beralih kepada bangsa Turki di abad ke 14, agama Islam mulai dikenalkan kepada warga.

Imigrasi kaum Muslimin, gelombang kedatangan para mubaligh serta pedagang Arab ke Albania, semakin meluaskan pengaruh Islam. Islam dapat diterima luas karena ajarannya yang mengedepankan prinsip keadilan, kebebasan, dan persaudaraan.