Selasa, 7 Ramadhan 1439 / 22 Mei 2018

Selasa, 7 Ramadhan 1439 / 22 Mei 2018

Bukti Sejarah Awal Pengaruh Islam di Inggris

Selasa 12 September 2017 22:21 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Agung Sasongko

Muslimah Inggris

Muslimah Inggris

Foto: thehuffingtonpost

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Islam adalah agama resmi yang tumbuh paling cepat di Inggris. Para pengikutnya berusia muda dari semua kelompok agama.

Antara tahun 2001 dan 2009, populasi Muslim meningkat hampir 10 kali lebih cepat daripada populasi non-Muslim. Mayoritas mereka yang ada di Inggris berafiliasi kepada Sunni secara teologi. Sementara, lainnya merupakan Syiah dan Ahmadiyah. Kelompok Muslim Inggris terbesar adalah imigran dari Pakistan dan Bangladesh. Selain itu, mereka juga berasal dari India, Arab, Kurdi, Turki, dan Afrika.

Bukti sejarah menunjukkan awal pengaruh Islam di Inggris bermula pada abad ke- 8. Ketika itu Offa, raja Mercen Anglo-Saxon, mencetak sebuah koin dengan tanda Islam. Sebagian besar merupakan salinan koin yang dikeluarkan oleh penguasa Muslim, Khalifah al-Mansur.

Pada abad ke-16, umat Islam dari Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia Tengah hadir di London, bekerja dalam berbagai peran, mulai dari diplomat, penerjemah, pedagang, dan pemusik.

Ilmuwan Islam dalam prolog untuk Chaucer's Canterbury Tales (1386) menyebut kan, setelah Perang Salib melawan Islam, Inggris menjadi ramah dengan beberapa negara Islam. Ratu Elizabeth I, misalnya, meminta Sultan Turki Usmani untuk membantu angkatan laut melawan Armada Spanyol.

Orang Inggris yang tercatat pertama menjadi seorang Muslim adalah John Nelson, yang masuk Islam pada abad ke-16.

Dokumen 1641 merujuk pada aliran Mahoma tens yang ditemukan di London. Ada juga beberapa orang yang memeluk Islam selama periode tersebut dan beberapa tahun kemudian. Pada tahun 1649 muncul versi bahasa Inggris pertama Alquran yang ditulis oleh Alexander Ross.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA