Kamis , 15 June 2017, 05:00 WIB

Belajar dari Hewan dalam Alquran

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Agus Yulianto
blogspot.com
Pasukan gajah Raja Abrahah (ilustrasi)
Pasukan gajah Raja Abrahah (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Setiap hewan yang disebutkan dalam Alquran memiliki peran, tanpa memandang ukuran tubuh dan jenisnya. Mereka terkadang menjadi bagian dari sebuah cerita, dan terkadang mereka adalah cerita utama di sana dengan banyak pelajaran bisa dipetik darinya.

Dilansir dari The National, Jumat (16/6), Allah menyebut Al-Buraq dalam Alquran, seekor kuda mitologis yang digambarkan sebagai makhluk dari langit yang mengangkut Nabi Muhammad saat menjalankan Isra Miraj. Alquran juga membahas satwa liar, mulai dari gajah perang, singa yang kuat, ular yang merayap, katak melompat dan selalu ada hikmah di balik penciptaan mereka.

Dalam QS Al-Fil Allah bercerita tentang ashabul fiil (pasukan gajah) yang ingin menghancurkan Ka'bah. Tatkala pasukan ini mendekati Mekah, umat Islam tak ada persiapan apa-apa saat itu. Allah kemudian menurunkan burung-burung ababil membawa batu untuk mempertahankan Ka'bah. Pasukan gajah pun hancur bagaikan dedaunan yang dimakan dan diinjak hewan lainnya. Berikut adalah terjemahan QS Al-Fil 1-5. :

"Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?"
"Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia?"
"Dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,"
"Yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,"
"sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat)."

Arti penting dari cerita di atas adalah kekuatan dari persatuan. Sekawanan burung yang secara fisik bertubuh kecil bisa mengalahkan hewan terkuat seperti gajah.

Allah menggunakan singa di ayat lainnya untuk menggambar orang-orang yang takut dan lari dari kebenaran, "lari daripada singa," (QS Al-Muddassir 51).

Ular juga direferensikan beberapa kali dalam Alquran, khususnya berhubungan dengan mukjizat Nabi Musa.
"dan lemparkanlah tongkatmu. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. (Kemudian Musa diseru): "Hai Musa datanglah kepada-Ku dan janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman," (QS Al-Qasas 31).

Tongkat Nabi Musa ini yang menghasilkan air saat dipukulkan ke sebuah batu, serta juga tongkat yang membelah Laut Merah menjadi dua dan menenggelamkan Firaun beserta pasukannya.

Allah menggunakan katak sebagai bagian dari sebuah azab dan siksa yang dikirimkan kepada orang-orang kafir di zaman Nabi Musa.

"Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa," (QS Al-Araaf 133).

Tidak semua hewan liar dalam Alquran bisa dijumpai di Bumi. Masih ada yang menjadi misteri, seperti Al Daba yang berarti binatang atau makhluk yang menjadi salah satu pertanda datangnya hari kiamat. Ia bisa berbicara menggunakan bahasa manusia.

"dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami," (QS An-Naml 82).