Jumat 23 Oct 2026 00:07 WIB

Naskah Khutbah Jumat: Jihad Santri Jayakan Negeri

Tugas perjuangan santri di masa depan adalah berjihad menyampaikan ilmu yang didapat.

Sejumlah santriwati mengikuti Apel Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026). Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar apel bertema Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri untuk menegaskan pentingnya persatuan, komitmen kebangsaan, dan pelestarian tradisi di tengah perubahan zaman.
Foto: ANTARA FOTO/Syaiful Arif
Sejumlah santriwati mengikuti Apel Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026). Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar apel bertema Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri untuk menegaskan pentingnya persatuan, komitmen kebangsaan, dan pelestarian tradisi di tengah perubahan zaman.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: KH A Roghob Alfatiry, Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Kota Tangerang

Khutbah I

الَسَّلامُ عَليْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُه

Baca Juga

الحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَالَمِينَ، القَائِلِ فِي كِتَابِهِ الكَرِيمِ: (وَمَا كَانَ المُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ).

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah,

Melalui mimbar ini khatib berwasiat kepada kita semua, marilah kita senantiasa berusaha meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT, dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Dengan kesungguhan melakukan hal itu, mudah-mudahan kita menjadi hamba Allah yang beruntung di dunia dan akhirat.

Sidang Jumat Rahimakumullah,

Dengan ketakwaan yang benar, kita bisa menjaga kedamaian dan persatuan di dalam kehidupan masyarakat yang majemuk ini. Dengan takwa, semoga kita senantiasa diberikan jalan keluar dari berbagai persoalan yang kita hadapi. Allah berfirman dalam surat Ath-Thalaq ayat 2 dan 3:

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

“…. Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang dia tidak duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3)

Ma’asyiral Muslimin yang Berbahagia,

Tak terasa, momentum besar telah tiba, yakni bahwa setiap tanggal 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional sebagai bentuk penghargaan terhadap peran santri dalam memperjuangkan kemerdekaan negara dan bangsa Indonesia dari penjajah melalui berbagai peran dan kontribusi penting, termasuk Resolusi Jihad yang digagas oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari.

Hadirin, Sidang Jumat Rahimakumullah,

Bahwa perjuangan kiai yang harus dilanjutkan oleh santri adalah perjuangan untuk membela agama dan bangsa. Ketika zaman dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata melawan penjajah melalui resolusi jihad, maka santri saat ini juga tidak boleh berpangku tangan. Dalam konteks hari ini, santri bisa berjuang dengan mengangkat pena dan segala fasilitas penyebaran ilmu secara modern dan melek teknologi untuk melawan kebodohan dan keterbelakangan bangsa dan negara ini.

Penetapan Hari Santri yang kita peringati setiap tahun merupakan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Keputusan tersebut patut diapresiasi dan terus digaungkan pentingnya pengakuan itu.

Hari Santri merupakan sebuah pengakuan atas supremasi perjuangan para santri dan ulama pesantren dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sebagaimana tercatat dalam sejarah, saat itu Belanda membonceng tentara Sekutu (Inggris) untuk kembali menduduki Indonesia dalam Agresi Militer Belanda II, pasca kekalahan Jepang oleh Sekutu, setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Lalu, pada akhirnya tercetuslah Resolusi Jihad yang diinisiasi oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945.

Fakta sejarah itu menunjukkan bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 bukanlah akhir perjuangan. Justru perjuangan semakin tidak mudah ketika bangsa Indonesia harus menegakkan kemerdekaan karena upaya kolonialisme masih tetap ada. Dan ulama pesantren sudah melakukan antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi perang senjata saat Jepang menyerah kepada Sekutu.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi