Senin 12 Oct 2026 15:18 WIB

Sambangi PP Muhammadiyah, Habib Umar bin Hafiz Ingin Perkuat Persatuan Umat

Habib Umar berharap pintu keja sama yang terbuka bisa melibatkan organisasi Islam.

Rep: Fuji Eka Permana,/ Red: A.Syalaby Ichsan
Habib Umar bin Hafidz
Foto: Youtube
Habib Umar bin Hafidz

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ulama terkemuka dari Tarim, Yaman, sekaligus pimpinan Darul Musthafa, Habib Umar bin Hafiz, bersama delegasi Majelis Muwasholah Ulama Muslimin melakukan kunjungan silaturahmi ke Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Senin (12/10/2026).

Dalam pernyataannya seusai pertemuan, Habib Umar bin Hafiz menegaskan bahwa agenda utama perjumpaan tersebut adalah memperkuat persatuan umat Islam dan memperluas kerja sama dalam pelayanan terhadap agama dan umat.

Baca Juga

"Pembicaraan kita berkisar pada tugas-tugas besar kita dalam mempersatukan umat Nabi Muhammad SAW semampu kita, serta saling tolong-menolong dalam memberikan pelayanan dan khidmat bagi syariat ini dan bagi umat ini,” kata Habib Umar bin Hafiz melalui pesan tertulis yang diterima Republika, Senin (12/10)

Ia menyampaikan harapan agar pintu-pintu kerja sama yang terbuka dapat melibatkan berbagai organisasi dan lembaga Islam, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai belahan dunia.

photo
Habib Umar Bin Hafidz - (The Muslim 500)

Habib Umar bin Hafiz turut menyampaikan penghargaan kepada pimpinan dan seluruh jajaran Muhammadiyah atas sambutan yang diberikan. Ia berharap dapat mengunjungi kantor pusat Muhammadiyah di Yogyakarta pada kesempatan mendatang.

“Kami sangat senang dengan arah tujuan, ketulusan, serta tekad kuat mereka untuk memberikan manfaat bagi umat ini dengan cara yang mempersatukan,”kata dia.

Ia menutup pernyataannya dengan doa agar Allah SWT menyempurnakan taufik, menjaga keikhlasan, menghimpun umat di atas keridhaan-Nya, serta mempertemukan mereka bersama rombongan Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak.

Kunjungan Habib Umar bin Hafiz dan delegasi Majelis Muwasholah Ulama Muslimin ke PP Muhammadiyah menegaskan pentingnya membangun hubungan antarlembaga Islam yang berorientasi pada kemaslahatan umat. Pertemuan ini mempertemukan kekuatan tradisi keilmuan dan tarbiyah dengan pengalaman Muhammadiyah dalam pendidikan, pelayanan sosial, dakwah, dan gerakan kemanusiaan.

Ke depan, peluang kerja sama yang dibahas dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi kelembagaan, pematangan skema program, verifikasi mitra pelaksana, serta penyusunan mekanisme pendanaan dan evaluasi yang transparan.

Dengan demikian, silaturahim ini diharapkan tidak berhenti sebagai perjumpaan tokoh dan pertukaran gagasan, tetapi berkembang menjadi kemitraan konkret dalam membina generasi Muslim, memperluas dakwah yang mencerahkan, serta memperjuangkan hak pendidikan dan kehidupan yang bermartabat bagi rakyat Palestina.

Berita Lainnya

Rekomendasi