Senin 12 Oct 2026 09:22 WIB

Mengenal Syekh Nashiruddin Al Albani, Karya dan Kontroversinya

Bila ditotal, ada 218 judul buku yang merupakan karya Al Albani.

Rep: M Nashih Nasrullah/ Red: A.Syalaby Ichsan
asy-syaikh muhammad nashiruddin al albani, penelaah hadis
Foto: myopera.com
asy-syaikh muhammad nashiruddin al albani, penelaah hadis

REPUBLIKA.CO.ID, Albania merupakan sebuah negara di Benua Eropa dengan jumlah penduduk Muslim yang signifikan. Bukan hanya tentang perkara demografis, negara yang beribu kota di Tirana itu juga melahirkan sejumlah ulama kelas dunia.

Di antara para cendekiawan Muslim dari Albania adalah Abu Abdirrahman Muhammad Nashiruddin bin Nuh. Peneliti hadis itu lebih masyhur dengan sebutan Syekh al-Albani. Ia lahir pada 16 Agustus 1914 atau 1333 Hijriah di Ashqodar, ibu kota Albania pada masa lampau.

Baca Juga

Keluarganya termasuk kalangan dengan ekonomi pas-pasan. Bagaimanapun, kedua orang tuanya memiliki latar sebagai penuntut ilmu-ilmu agama.

Ayah al-Albani, Haji Nuh, adalah alumnus lembaga pendidikan ilmu-ilmu syariat di Istanbul. Ketika Ahmad Zagho berkuasa di Albania, Haji Nuh menjadi cemas. Sebab, penguasa tersebut mengubah sistem pemerintahan menjadi sekuler. Maka, Nuh memboyong keluarganya untuk berhijrah dari Albania ke Syam (Suriah), tepatnya Damaskus.

Muhammad Nashiruddin alias al-Albani pun mengenyam pendidikan dasar di kota tersebut. Mula-mula, ia mendalami penguasaan bahasa Arab pada madrasah yang dikelola Jum'iyah al-Is'af al-Khairiyah. Di sanalah ia terus menempuh studi sampai level ibtidaiyah.

Selanjutnya, al-Albani belajar langsung kepada para syekh terkenal di seputar Damaskus. Disiplin fikih yang dipelajarinya terutama bermazhab Hanafi.

Sebagai mata pencaharian, ayahnya bekerja membetulkan arloji. Di sela-sela kesibukannya belajar, al-Albani pun mempelajari keterampilan tersebut hingga mahir. Kelak, itulah yang menjadi pekerjaannya di masa dewasa.

Saat berusia 20 tahun, al-Albani muda mulai berfokus pada ilmu hadis lantaran terkesan dengan pembahasan-pembahasan yang ada dalam majalah Al-Manar. Media ini diterbitkan oleh seorang tokoh modernisme Islam, Syekh Muhammad Rasyid Ridha.

Pada tahap-tahap awal studi, al-Albani menyalin sebuah kitab berjudul Al-Mughni'an Hamli al-Asfar fi Takhrij maa fi al-Ishabah min al-Akhbar. Itu karya al-Iraqi, berupa takhrij terhadap hadis-hadis yang termuat dalam Ihya` Ulum ad-Din al-Ghazali.

photo
Ilustrasi Hadist - (MGROL100)

 

sumber : Pusat Data Republika
Berita Lainnya

Rekomendasi