Senin 12 Oct 2026 05:25 WIB

Saudi-Houthi Saling Serang, Jamaah Umrah RI Diminta Waspada

Kemenhaj diminta tidak mudah terpengaruh terhadap informasi yang belum jelas.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Seseorang menyaksikan siaran televisi mengenai perkembangan terkini konflik Saudi-Houthi di Sana
Foto: EPA/Yahya Arhab
Seseorang menyaksikan siaran televisi mengenai perkembangan terkini konflik Saudi-Houthi di Sana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi, termasuk jamaah umrah, meningkatkan kewaspadaan menyusul perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha meminta WNI tetap tenang, mengutamakan keselamatan diri, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari otoritas terkait. WNI juga diimbau menghindari lokasi yang berpotensi rawan dan membatasi aktivitas yang tidak mendesak.

Baca Juga

“Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jamaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ujar Ichsan dalam keterangan resminya di Jakarta, Ahad (11/10/2026).

Ichsan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. WNI diminta tidak menyebarluaskan kabar yang berpotensi menimbulkan keresahan dan mengutamakan sumber resmi sebagai acuan dalam menentukan aktivitas maupun perjalanan selama berada di Arab Saudi.

Bagi jamaah umrah yang masih berada di Arab Saudi, Kemenhaj meminta mereka terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Jamaah juga diminta memantau informasi perjalanan dan mengikuti arahan keselamatan dari otoritas setempat.

photo
Jamaah haji dari berbagai negara melaksanakan Tawaf Wada mengelilingi Kabah, Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Selasa (9/6/2026). Pelaksanaan tawaf perpisahan tersebut menjadi penutup seluruh rangkaian ibadah haji sebelum para jamaah meninggalkan Makkah menuju ke negara asal. - (ANTARA FOTO/Citro Atmoko)

Kemenhaj turut meminta penyelenggara perjalanan memastikan kondisi jamaah terpantau dengan baik serta menyampaikan informasi penting secara berkala. Langkah tersebut dinilai penting agar jamaah memperoleh informasi yang akurat di tengah perkembangan situasi keamanan kawasan.

Sementara itu, jamaah yang belum berangkat ke Arab Saudi diimbau terus memantau perkembangan situasi dan informasi resmi terkait perjalanan. Mereka diminta berkoordinasi dengan PPIU untuk memastikan jadwal keberangkatan, status penerbangan, serta kesiapan perjalanan.

“Kami meminta jamaah yang belum berangkat untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi. Ikuti arahan pemerintah dan jangan ragu meminta penjelasan kepada penyelenggara apabila ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan,” kata Ichsan.

Ichsan juga meminta WNI memantau informasi dan arahan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, serta Kementerian Luar Negeri.

photo
Jubir Kemenhaj Ichsan Marsha - (Kemenhaj)

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi