REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH — Kementerian Agama (Kemenag) bersama Bank Indonesia dan Konsorsium NUUR+ menyerahkan bantuan program wakaf panel surya untuk Masjid Nurul Iman di Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak bencana banjir Aceh.
"Pemanfaatan energi surya melalui kolaborasi wakaf ini merupakan bukti konkret bahwa ekoteologi adalah aksi nyata," kata Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad, di Aceh Tamiang, Rabu(7/10/2026).
Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 7.320 Wp ini sebagai solusi energi bersih sekaligus memperkuat akses keandalan listrik di kawasan rawan dan terdampak bencana.
Program ini terwujud atas sinergi Konsorsium NUUR+ yang terdiri dari berbagai lembaga dengan visi sama dalam mendorong kemandirian energi rumah ibadah, yaitu Wakaf Al Azhar, MOSAIC, Enter Nusantara, dan Wakaf Salman.
Selain memperkuat ketahanan bencana, sistem panel surya ini diprediksi mampu menghasilkan kemandirian energi hingga 532 kWh per bulan, memangkas beban biaya operasional listrik masjid hingga Rp768.000 per bulan, serta berkontribusi mengurangi emisi karbon 478 kg.
Wilayah pelosok seperti Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang ini kerap dihadapkan ancaman bencana tahunan seperti banjir bandang dan tanah longsor yang berdampak pada terputusnya jaringan listrik utama.
Abu mengatakan, ketika bencana melanda, masjid tidak sekadar berfungsi sebagai tempat ibadah, melainkan juga bertransformasi menjadi pusat evakuasi, posko pengungsian, serta pusat penyaluran bantuan warga.