Kamis 08 Oct 2026 14:01 WIB

Mandiri Energi, Masjid di Aceh Tamiang Terima Wakaf Panel Surya

PLTS mampu memangkas beban biaya operasional listrik masjid hingga Rp768.000.

Kementerian Agama RI bersama Bank Indonesia dan Konsorsium NUUR+ secara resmi menyerahkan bantuan Program Wakaf Panel Surya kepada penerima manfaat Masjid Nurul Iman di Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Nanggroe Aceh Darussalam.
Foto: dokpri
Kementerian Agama RI bersama Bank Indonesia dan Konsorsium NUUR+ secara resmi menyerahkan bantuan Program Wakaf Panel Surya kepada penerima manfaat Masjid Nurul Iman di Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Nanggroe Aceh Darussalam.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH — Kementerian Agama (Kemenag) bersama Bank Indonesia dan Konsorsium NUUR+ menyerahkan bantuan program wakaf panel surya untuk Masjid Nurul Iman di Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak bencana banjir Aceh. 

"Pemanfaatan energi surya melalui kolaborasi wakaf ini merupakan bukti konkret bahwa ekoteologi adalah aksi nyata," kata Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad, di Aceh Tamiang, Rabu(7/10/2026).

Baca Juga

Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 7.320 Wp ini sebagai solusi energi bersih sekaligus memperkuat akses keandalan listrik di kawasan rawan dan terdampak bencana.

Program ini terwujud atas sinergi Konsorsium NUUR+ yang terdiri dari berbagai lembaga dengan visi sama dalam mendorong kemandirian energi rumah ibadah, yaitu Wakaf Al Azhar, MOSAIC, Enter Nusantara, dan Wakaf Salman.

Selain memperkuat ketahanan bencana, sistem panel surya ini diprediksi mampu menghasilkan kemandirian energi hingga 532 kWh per bulan, memangkas beban biaya operasional listrik masjid hingga Rp768.000 per bulan, serta berkontribusi mengurangi emisi karbon 478 kg.

Wilayah pelosok seperti Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang ini kerap dihadapkan ancaman bencana tahunan seperti banjir bandang dan tanah longsor yang berdampak pada terputusnya jaringan listrik utama.

Abu mengatakan, ketika bencana melanda, masjid tidak sekadar berfungsi sebagai tempat ibadah, melainkan juga bertransformasi menjadi pusat evakuasi, posko pengungsian, serta pusat penyaluran bantuan warga.  

photo
Relawan sedekah sampah melihat sedekah energi berupa panel surya dalam rangka Festival Muharram di Masjid Al Muharram, Brajan, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (15/7/2023). Masjid Al Muharram menerima sedekah energi berupa listrik bertenaga surya dari lembaga Kolaboratif Umat Islam untuk Dampak Iklim atau MOSAIC. Panel surya berkapasitas 4.280 WP telah terpasang dan berfungsi untuk pemenuhan kebutuhan listrik masjid dan kegiatan sosial. Gerakan sedekah energi ini untuk mendorong penggunaan energi hijau atau terbarukan sebagai salah satu solusi krisis iklim. - (Republika/Wihdan Hidayat)

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi