REPUBLIKA.CO.ID, DOHA — Konferensi kedua mengenai Alquran dan Pengetahuan Manusia diselenggarakan di Doha pada Senin (7/10/2026). Acara ini bertujuan untuk memajukan pemahaman manusia yang tepat terkait Alquran. Kegiatan ini dimulai bersamaan dengan pembukaan Forum Book of the Ummah (Kitab Umat), yang mempertemukan para peneliti, akademisi, dan pakar dari sembilan negara, sekaligus menegaskan besarnya minat akademis terhadap acara tersebut.
Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari kemitraan institusional jangka panjang antara Kementerian Wakaf dan Urusan Islam, melalui Departemen Penelitian dan Studi Islam dan Universitas Qatar (QU), melalui Pusat Humaniora dan Ilmu Sosial Ibn Khaldun serta Fakultas Syariah dan Studi Islam.
Kemitraan ini selaras dengan strategi Awqaf (Kementerian Wakaf) tahun 2025-2030 dan Visi Nasional Qatar 2030, yang menekankan komitmen bersama untuk mendukung penelitian ilmiah dan membangun masyarakat berbasis pengetahuan, dikutip dari laman Qatar Tribune, Rabu (7/10/2026)
Dekan Fakultas Syariah dan Studi Islam di QU, Dr. Ibrahim bin Abdullah Al Ansari, mengapresiasi kemitraan ilmiah antara Awqaf dan QU. Ia menegaskan, kemitraan ini merupakan model nasional yang ideal dalam upaya bersama memajukan penelitian ilmiah dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Al Ansari menyoroti kemitraan ini menegaskan pentingnya kerja sama antarlembaga ilmiah dalam menghadapi tantangan intelektual kontemporer. Dia mencatat, untuk menyatukan upaya yang berpusat pada Kitab Allah Yang Maha Kuasa, serta menggali inspirasi dari petunjuk-Nya di berbagai bidang ilmu, merupakan salah satu bentuk karya ilmiah yang paling mendalam dan berdampak luas.
Ia juga menegaskan, sepanjang sejarah, Alquran telah menjadi landasan bagi peradaban Islam dan sumber inspirasi bagi para cendekiawan serta peneliti, yang berkontribusi pada kebangkitan ilmiah dan intelektual yang dampaknya terasa di berbagai bidang peradaban, sains, dan seni.