REPUBLIKA.CO.ID, YERUSSALEM — Ratusan pemukim teroris Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa yang diberkati pada Selasa pagi melalui Pintu Gerbang Mughrabi, dengan pengawalan ketat dari polisi pendudukan Israel.
Mereka melakukan ritual dan doa-doa berdasarkan Talmud, bernyanyi secara berkelompok, serta bertepuk tangan. Pemerintah Yerusalem menyatakan aksi tersebut terjadi pada hari keempat perayaan agama Yahudi, Sukkot (Hari Raya Pondok Daun), dengan mencatat bahwa para pemukim tersebut melakukan ritual mereka di pelataran Masjid Al-Aqsa dengan pengawalan polisi pendudukan.
Berdasarkan keterangan Pemerintah Yerussalem, para pemukim menyerang warga, dengan memukuli dan menyeret mereka, di kawasan Pintu Gerbang Damaskus. Mereka juga mengunggah video yang mendokumentasikan serangan pemukim di platform media sosial.
Aksi para pemukim tersebut terjadi bersamaan dengan pengetatan langkah militer oleh otoritas pendudukan di sekitar Masjid Al-Aqsa dan Kota Tua, serta membatasi akses masuk dan pergerakan jamaah.
OKI mengecam keras
Pada September ini, serangkaian peristiwa penyerbuan ke Masjid Al-Aqsa terjadi, dengan insiden terbaru terjadi pada Senin (28/9/2026) dengan melibatkan 1.731 pemukim. Menurut data Pemerintah Yerusalem, lebih dari 40.661 pemukim telah menyerbu Masjid Al-Aqsa sejak awal tahun hingga akhir Agustus 2026.
Sementara itu, sekitar 800 perintah larangan masuk ke Masjid Al-Aqsa telah diberlakukan terhadap warga Yerusalem sejak awal tahun 2026 hingga awal September.