Rabu 30 Sep 2026 18:34 WIB

Ini Tanda Seseorang Telah Tertipu Setan Menurut Ibnu Athaillah

Sesali momen ketaatan yang kalian lewatkan, tetapi jangan larut dalam kesedihan.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi dosa dan balasan perbuatan maksiat di dunia
Foto: Dok Republika
Ilustrasi dosa dan balasan perbuatan maksiat di dunia

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menyesali kesempatan beribadah yang terlewat merupakan salah satu tanda kebaikan seorang Muslim. Namun, jika penyesalan itu tidak disertai usaha untuk memperbaiki diri dan kembali menjalankan ketaatan, seseorang justru bisa terpedaya oleh setan. Hal ini dijelaskan Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam.

"Bersedih ketika kehilangan kesempatan menjalankan ketaatan tanpa adanya usaha untuk bangkit dan mengerjakannya kembali, merupakan salah satu tanda seseorang telah tertipu." (Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam)

Baca Juga

Jika kalian tidak sempat atau kehilangan momen menjalankan suatu ketaatan, kemudian kalian bersedih maka itu adalah tanda kebaikan. Bahkan kalian akan mendapatkan ganjaran khusus dari Allah SWT.

Hanya saja, jika kalian terus larut dalam kesedihan, dan sama sekali tidak bangkit mengerjakannya, maka itu adalah tanda kalian telah tertipu.

Jika hari ini kalian melewatkan waktu berpuasa sunnah, kemudian kalian hanya menyesal tanpa ada usaha memperbaiki di kemudian hari, maka itu tidak ada manfaatnya sama sekali.

Poin yang paling penting dan perlu kalian kerjakan adalah langsung bergerak dan beraksi memperbaiki keadaan, jangan hanya menunggu dan bersedih.

Ibarat cita-cita, jika kalian hanya bisa mengkhayal dan bermimpi maka itu sama sekali tidak akan mengubah keadaan. Sama halnya ketika kalian bercita-cita untuk menjadi pengusaha sukses, namun yang kalian kerjakan hanyalah tidur dan bermimpi belaka, maka yang demikian itu tidak membuahkan hasil.

Sesali momen ketaatan yang kalian lewatkan, tetapi jangan larut dalam kesedihan. Segeralah beraksi memperbaiki keadaan dengan menghempaskan segala kelalaian, dikutip dari Al-Hikam dengan penjelasan tambahan oleh Penyusun dan Penerjemah Al-Hikam, D A Pakih Sati Lc,

Terjemah kitab Al-Hikam oleh Ustaz Bahreisy menambah penjelasan perkataan Syekh Athaillah. Ia menjelaskan, jika ketinggalan melakukan amal kebaikan merasa sedih. Tapi jika mendapat kesempatan melakukan amal kebaikan, malah tidak segera melakukannya. Maka itu tanda telah dipermainkan oleh setan.

photo
Infografis taubat - (Dok Republika)

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi