Kamis 24 Sep 2026 23:06 WIB

Kisah Imam Junaid yang Menolak 500 Keping Uang Emas Setara Rp 5 Miliar

Imam Junaid merasa tak membutuhkan materi duniawi.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi emas batangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan usaha bulion akan meningkatkan konsumsi emas ritel.
Foto: Dok Freepik
Ilustrasi emas batangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan usaha bulion akan meningkatkan konsumsi emas ritel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Seorang pengikut datang kepada Imam Junaid Al-Baghdadi dengan membawa 500 keping uang emas.

Ia berharap pemberian itu diterima Sang Imam, tetapi jawaban yang diterimanya justru menjadi pelajaran tentang keinginan manusia terhadap harta dan bahaya memberi dengan pamrih.

Baca Juga

Dikutip dari buku Kisah Hikmah Para Sufi dan Ulama Salaf yang ditulis Ali Abdullah, dikisahkan pada suatu hari, salah seorang pengikut Imam Junaid Al-Baghdadi mengunjunginya.

Pengikutnya itu datang dengan membawa uang emas sejumlah 500 keping. Jika dibandingkan dengan mata uang sekarang, mungkin sekitar Rp 5 Miliar.

Orang itu pun mengendap-endap di bawah kaki Syekh Junaid Al-Baghdadi.

“Dengan segenap kerelaan, saya akan memberikan uang emas berjumlah 500 keping ini untuk engkau. Saya mohon, sudilah engkau menerimanya,” kata pengikut itu kepada Imam Junaid Al-Baghdadi.

Imam Junaid Al-Baghdadi tertegun sejenak, lalu bertanya, “Apakah engkau memiliki uang lebih dari ini?”

“Ya, saya punya lebih dari ini,” jawab pengikut itu tanpa ragu.

“Apakah engkau ingin jumlah uangmu lebih banyak lagi?” tanya Imam Junaid Al-Baghdadi.

“Tentu saja aku ingin lebih banyak,” jawab pengikut itu.

“Kalau begitu, engkau harus menyimpan uang emas yang kau berikan padaku ini,” ujar Imam Junaid Al-Baghdadi sambil mengembalikan uang emas itu.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi