REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Seorang pengikut datang kepada Imam Junaid Al-Baghdadi dengan membawa 500 keping uang emas.
Ia berharap pemberian itu diterima Sang Imam, tetapi jawaban yang diterimanya justru menjadi pelajaran tentang keinginan manusia terhadap harta dan bahaya memberi dengan pamrih.
Dikutip dari buku Kisah Hikmah Para Sufi dan Ulama Salaf yang ditulis Ali Abdullah, dikisahkan pada suatu hari, salah seorang pengikut Imam Junaid Al-Baghdadi mengunjunginya.
Pengikutnya itu datang dengan membawa uang emas sejumlah 500 keping. Jika dibandingkan dengan mata uang sekarang, mungkin sekitar Rp 5 Miliar.
Orang itu pun mengendap-endap di bawah kaki Syekh Junaid Al-Baghdadi.
“Dengan segenap kerelaan, saya akan memberikan uang emas berjumlah 500 keping ini untuk engkau. Saya mohon, sudilah engkau menerimanya,” kata pengikut itu kepada Imam Junaid Al-Baghdadi.
Imam Junaid Al-Baghdadi tertegun sejenak, lalu bertanya, “Apakah engkau memiliki uang lebih dari ini?”
“Ya, saya punya lebih dari ini,” jawab pengikut itu tanpa ragu.
“Apakah engkau ingin jumlah uangmu lebih banyak lagi?” tanya Imam Junaid Al-Baghdadi.
“Tentu saja aku ingin lebih banyak,” jawab pengikut itu.
“Kalau begitu, engkau harus menyimpan uang emas yang kau berikan padaku ini,” ujar Imam Junaid Al-Baghdadi sambil mengembalikan uang emas itu.