Senin 21 Sep 2026 14:36 WIB

Kisah PKI Menyerang Gontor

Ulama dan tokoh Islam di wilayah sekitar Madiun menjadi korban kekerasan.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Pondok Pesantren Gontor
Foto: gontor
Pondok Pesantren Gontor

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pondok Modern Darussalam Gontor pernah berada di tengah ancaman pemberontakan Madiun 1948. Ketika gerakan komunis yang dipimpin Muso meluas dari Madiun ke sejumlah wilayah Jawa Timur, pesantren di Ponorogo itu ikut menjadi sasaran.

Peristiwa tersebut bermula ketika pemberontakan Madiun meletus pada 18 September 1948. Gejolak politik dan kekerasan kemudian menyebar ke sejumlah wilayah di sekitar Madiun, termasuk Magetan dan Ponorogo. Kondisi itu membuat para kiai dan santri di Gontor berada dalam situasi penuh ketidakpastian.

Baca Juga

Jarak Gontor dengan Madiun yang sekitar 40 kilometer membuat perkembangan situasi di Madiun segera dirasakan di lingkungan pesantren. Kekhawatiran semakin besar setelah sejumlah ulama dan tokoh Islam di wilayah sekitar Madiun menjadi korban kekerasan.

Pimpinan Gontor saat itu, KH Ahmad Sahal dan KH Imam Zarkasyi, kemudian bermusyawarah dengan sejumlah santri senior. Mereka menyadari bahwa menghadapi kelompok bersenjata dengan kekuatan yang dimiliki pesantren bukanlah pilihan yang memungkinkan.

Keduanya kemudian mengambil keputusan untuk menyelamatkan para santri dengan cara mengungsi. Sebagian santri yang rumahnya tidak jauh dari Gontor diperbolehkan pulang, sedangkan sebagian lainnya mengikuti rombongan pengungsian.

Dalam catatan sejarah Gontor, sekitar 70 santri ikut dalam rombongan pengungsian. Sementara itu, sebagian santri lainnya dititipkan kepada masyarakat sekitar. KH Ahmad Sahal dan KH Imam Zarkasyi turut mendampingi rombongan tersebut.

Meski demikian, pondok tidak sepenuhnya ditinggalkan tanpa penjagaan. Menukil buku "Dari Gontor Merintis Pesantren Modern", dijelaskan bahwa untuk menjaga pondok selama pengungsian berlangsung sekaligus menghadapi PKI jika sewaktu-waktu datang , secara khusus kedua kiai tersebut menugaskan santrinya, Shoiman untuk menjaga Pondok Modern Darussalam Gontor selama kiai mengungsi.

photo
Komunisme Ilustrasi. - (Roman Pilipey/EPA)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi