Senin 14 Sep 2026 06:53 WIB

Musibah Juga Menguji Mereka yang tak Terkena Bencana

Bantuan dapat diwujudkan sesuai kemampuan dan kebutuhan di lapangan.

KH Ahmad Muhamad Mustain Nasoha
Foto: dokpri
KH Ahmad Muhamad Mustain Nasoha

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ulama muda asal Surakarta, KH Ahmad Muhamad Mustain Nasoha (Gus Mustain) mengingatkan umat Islam bahwa musibah bukan hanya ujian bagi mereka yang menjadi korban bencana. Orang-orang yang berada dalam kondisi aman juga sedang diuji melalui sikap mereka terhadap penderitaan sesama.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta itu mengatakan, ketika saudara Muslim kehilangan rumah, harta, keluarga, hingga mata pencaharian, masyarakat yang tidak terdampak langsung memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir membantu.

Baca Juga

“Musibah sesungguhnya bukan hanya ujian bagi mereka yang menjadi korban. Musibah juga merupakan ujian bagi kita yang sedang berada dalam keadaan aman,” ujar Ketua Fatwa MUI Kota Surakarta tersebut kepada Republika, Ahad (13/9/2026).

Menurut Gus Mustain, kepedulian terhadap korban bencana merupakan bagian dari konsekuensi keimanan. Ia mengingatkan, kesalehan individual tidak boleh berhenti pada hubungan seseorang dengan Allah SWT, tetapi harus diwujudkan dalam kesalehan sosial.

Ia mengutip sabda Rasulullah SAW:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Artinya: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling mencintai, menyayangi dan mengasihi adalah seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh turut merasakan dengan tidak dapat tidur dan demam.” (HR. Muslim, Ṣaḥīḥ Muslim, Kitāb al-Birr wa aṣ-Ṣilah wa al-Ādāb, no. 2586).

Gus Mustain mengatakan, hadis tersebut memberikan gambaran bahwa penderitaan yang dialami sebagian umat semestinya menggugah kepedulian umat lainnya. Karena itu, dia mengajak masyarakat tidak hanya mendoakan para korban bencana, tetapi juga terlibat dalam berbagai bentuk bantuan nyata.“Jangan berhenti pada doa. Doakan mereka, tetapi juga bantu mereka,” ucap Gus Mustain.

photo
Sejumlah jurnalis mengikuti doa bersama di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/9/2026). Forum Jurnalis Sulawesi Tenggara menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap upaya pencarian lima jurnalis, dua awak kapal, dan seorang pemandu yang hilang kontak sejak Senin (7/9) saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. - (ANTARA FOTO/Andry Denisah)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi