REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setan tidak selalu menjerumuskan manusia ke dalam dosa dengan cara yang terang-terangan. Salah satu tipu dayanya justru membuat manusia merasa aman ketika berbuat maksiat, berharap ampunan tanpa bertobat, merasa dekat dengan Allah tanpa ketaatan, hingga mengharapkan surga tanpa amal.
Ulama terkemuka Yahya bin Mu’adz ar-Razi mengungkap enam tipu daya setan yang dinilainya paling besar dan berbahaya bagi manusia. Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Banteni dalam Nashaihul Ibad mengutip pernyataan Yahya bin Mu’adz ar-Razi yang dijuluki sebagai lautan kebenaran, pembimbing ulama, dan penjelajah jalan menuju Tuhan.
Yahya bin Mu’adz ar-Razi berkata, "Tipu daya (setan) yang paling besar menurutku adalah sebagai berikut. Terus menerus berbuat dosa dengan harapan mendapat ampunan tanpa disertai penyesalan. Mengaku dekat kepada Allah tanpa disertai perbuatan taat. Mengharapkan merasakan kesenangan surga dengan menyebarkan benih neraka. Menginginkan rumah orang yang taat dengan melakukan perbuatan maksiat. Mengharapkan pahala tanpa beramal. Berangan-angan kepada Allah disertai perbuatan melampaui batas." (Syekh Nawawi al-Banteni, Nashaihul Ibad)
Yahya bin Mu'adz, berpendapat, tipu daya setan yang paling besar itu ada enam perkara. Diantaranya adalah sebagai berikut. Pertama, selalu melakukan perbuatan dosa dengan harapan mendapat ampunan dari Allah tanpa disertai rasa penyesalan.
Kedua, merasa dekat kepada Allah tanpa disertai melakukan ketaatan (taat terhadap perintah Allah SWT dan menjauhi larangan Allah SWT). Ketiga, mengharapkan kesenangan surga dengan menyebarkan benih neraka. (Ingin masuk surga tapi berbuat maksiat dan dosa yang mengantarkannya ke neraka).