REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG – Suasana Jalan Wahab Hasbullah, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, masih ramai pada Jumat (28/8/2026) malam. Arus masyarakat yang datang ke arena Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum tak kunjung surut.
Di tengah keramaian itu, sebuah stan sederhana justru menarik perhatian. Bukan karena menjual sesuatu, melainkan karena apa yang disajikannya bisa dinikmati siapa saja tanpa harus merogoh kocek.
"Monggo Monggo Monggo serba gratis," teriak pria berpeci hitam di depan stan tersebut.
Warga pun banyak yang mampir ke stan gratis tersebut. Kopi, teh, wedang secang, mie instan hingga aneka makanan ringan tersedia secara cuma-cuma.
Stan tersebut menjadi salah satu bentuk khidmah Jam'iyyah Manaqib Jawahirul Ma'ani Kabupaten Jombang kepada masyarakat yang datang dalam helatan akbar NU tersebut.
Ketua Jam'iyyah Manaqib Jawahirul Ma'ani Kabupaten Jombang, Agus Sulaiman mengatakan, layanan kopi gratis itu telah dibuka sejak 25 Agustus 2026. Awalnya, stan hanya beroperasi pada sore hingga malam hari.
Namun, tingginya antusiasme masyarakat membuat pelayanan diperluas. Sejak hari kedua, stan tersebut mulai buka sejak pagi hingga malam.
"Sudah ribuan yang sudah ikut menikmati kopi gratis dan lain-lain," ujar Agus saat ditemui Republika.co.id di stan tersebut, Sabtu (29/8/2026).
Bagi Agus, secangkir kopi yang diberikan secara cuma-cuma bukan sekadar pelayanan konsumsi bagi mereka yang kelelahan setelah mengikuti atau menyaksikan rangkaian Muktamar NU. Ada niat yang lebih dalam di baliknya, yakni khidmah dan ngalap barokah.