Kamis 20 Aug 2026 14:04 WIB

Yenny Wahid: Rekonsiliasi Mutlak Dilakukan Usai Muktamar ke-35 NU

Muktamar NU diharapkan tidak sekadar menghasilkan kepemimpinan baru.

Putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid, menilai almarhum ayahnya pasti akan menolak kebijakan tunjangan perumahan bagi anggota DPR apabila masih hidup, saat memberikan keterangan di Balai Kota Jakarta, Jumat (22/8/2025).
Foto: Bayu Adji P/Republika
Putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid, menilai almarhum ayahnya pasti akan menolak kebijakan tunjangan perumahan bagi anggota DPR apabila masih hidup, saat memberikan keterangan di Balai Kota Jakarta, Jumat (22/8/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG -- Tokoh perempuan NU Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid menyebut rekonsiliasi mutlak dilakukan setelah Muktamar Ke-35 NU untuk menyatukan kelompok yang mengalami gesekan internal.

"Siapa pun yang memenangkan, akan terpilih, maka kewajiban utamanya adalah menyatukan seluruh faksi yang sekarang terlibat dalam pertikaian," kata Yenny dalam keterangannya di Jombang, Jawa Timur, Rabu.

Baca Juga

Putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu mengatakan Muktamar Ke-35 NU tidak boleh hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum mengakhiri ketegangan dan memperkuat persatuan warga NU.

Yenny menilai kepengurusan PBNU hasil muktamar perlu segera melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi secara menyeluruh agar soliditas organisasi kembali terjaga.

Menurut dia, proses rekonsiliasi harus dilakukan tanpa mengutamakan kepentingan kelompok atau faksi tertentu. Seluruh elemen NU perlu kembali berpegang pada prinsip dasar dan warisan para pendiri organisasi.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi