Jumat 03 Jul 2026 15:05 WIB

Jangan Terjebak, Ini Tipu Daya Iblis terhadap Orang Miskin dalam Islam

Kemiskinan bukan jaminan terbebas dari godaan iblis.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Ani Nursalikah
Suasana permukiman padat penduduk di kawasan Kebon Melati, Jakarta, Ahad (15/6/2025).
Foto: Republika/Prayogi
Suasana permukiman padat penduduk di kawasan Kebon Melati, Jakarta, Ahad (15/6/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kemiskinan bukan berarti seseorang terbebas dari godaan setan. Dalam literatur klasik Islam dijelaskan iblis juga memiliki berbagai tipu daya untuk menyesatkan orang miskin, mulai dari mendorong kebiasaan meminta-minta tanpa kebutuhan, menampilkan kemiskinan demi pujian, hingga menumbuhkan perasaan lebih mulia karena menganggap dirinya lebih zuhud daripada orang kaya.

Jamaluddin Abul Faraj Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Ali Al Qurasyi Al Baghdadi yang dikenal sebagai Ibnul Jauzi dalam kitab Talbis Iblis menjelaskan orang-orang miskin pun tidak luput dari tipu daya iblis. Di antara mereka ada yang sengaja menampakkan diri sebagai orang miskin, padahal sebenarnya kaya.

Baca Juga

Jika seseorang terus-menerus menengadahkan tangan kepada orang lain dan mengemis, berarti ia memperbanyak bara api neraka.

Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa meminta-minta harta manusia karena ingin memperbanyak hartanya, maka sesungguhnya ia meminta bara api neraka. Karena itu, terserah apakah ia meminta sedikit atau banyak." (HR Imam Muslim).

Jika orang itu tidak memperoleh sesuatu dari orang lain, lalu ia menampakkan kemiskinannya agar dianggap sebagai orang yang zuhud, berarti ia telah berbuat riya.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi