Selasa 30 Jun 2026 13:51 WIB

Empat Tipu Daya Iblis Terhadap Orang Kaya

Harta merupakan nikmat sekaligus amanah dari Allah SWT.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Muhammad Hafil
Manusia yang dikuasai setan.(ilustrasi)
Foto: www.freepik.com
Manusia yang dikuasai setan.(ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Harta merupakan nikmat sekaligus amanah dari Allah SWT. Namun, kekayaan juga dapat menjadi pintu masuk bagi iblis untuk menyesatkan manusia apabila tidak dikelola sesuai tuntunan syariat. Para ulama menjelaskan sedikitnya ada empat cara yang kerap digunakan iblis untuk memperdaya orang-orang yang memiliki harta.

Jamaluddin Abul Faraj Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Ali, Al Qurasyi, Al Baghdadi yang dikenal sebagai Ibnul Jauzi dalam karyanya kitab Talbis Iblis menjelaskan bahwa iblis memperdayai orang-orang yang mempunyai harta dari empat sisi.

Baca Juga

Pertama, dari sisi mencari harta. Mereka tidak peduli dengan cara bagaimana mereka mendapatkan harta. Mereka banyak menggunakan cara ribawi dalam muamalah mereka. Dengan senang hati mereka melakukannya. Sehingga hampir semua muamalah mereka itu keluar dari aturan syariat yang telah disepakati.

Kedua, dari sisi kebakhilan. Di antara mereka ada yang sama sekali tidak mau mengeluarkan zakat karena bersandar kepada anggapan bahwa mereka tidak terbebani kewajiban mengeluarkan zakat. Di antara mereka ada pula yang mau mengeluarkan sebagiannya, namun tetap saja mereka dikuasai sifat bakhil.

Di antara mereka ada juga orang yang melakukan tipu daya (mencari akal) agar tidak terkena kewajiban mengeluarkan zakat, seperti menghibahkan harta itu sebelum genap satu tahun. Setelah genap satu tahun, dia memintanya kembali.

Di antara mereka ada yang memberikan pakaian yang seharga sepuluh dinar kepada orang fakir, tetapi orang fakir itu tetap harus membayar, sekalipun hanya dua dinar. Di antara mereka ada yang membayar dengan barang yang buruk. Di antara mereka ada yang membayarkan zakat kepada buruhnya sendiri, padahal sebenarnya itu adalah gaji buruh tersebut.

photo
Infografis taubat - (Dok Republika)

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement