Senin 10 Aug 2026 21:43 WIB

Padukan Zikir dan Menjaga Wudhu, Ini Kisah Berkahnya Panen Cabai di Pesantren Az-Zikra

Dalam sekali panen, hasil cabai dapat mencapai lebih dari 300 kilogram.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Petani Agro Zikir memetik cabai rawit merah Ori di area pertanian Pesantren Az-Zikra, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/8/2026). Pesantren Az-Zikra memanfaatkan lahan wakaf produktif untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya pemberdayaan dan kemandirian pangan di lingkungan pesantren.
Foto: Republika/Prayogi
Petani Agro Zikir memetik cabai rawit merah Ori di area pertanian Pesantren Az-Zikra, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/8/2026). Pesantren Az-Zikra memanfaatkan lahan wakaf produktif untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya pemberdayaan dan kemandirian pangan di lingkungan pesantren.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Hamparan tanaman cabai rawit merah membentang di area pertanian Pesantren Az-Zikra, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di antara barisan tanaman yang menghijau, para petani memetik cabai yang telah matang untuk dipanen.

Meski demikian, ada satu kebiasaan yang membuat aktivitas bertani di tempat ini terasa berbeda. Sebelum memasuki kebun, para petani terlebih dahulu melantunkan zikir.

Baca Juga

Pengasuh Pondok Pesantren Az-Zikra, KH Muhammad Abdul Syukur Yusuf mengatakan, para petani dibiasakan berzikir sebelum mulai bekerja. Zikir tersebut menjadi bagian dari ikhtiar agar kegiatan pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga memiliki dimensi spiritual.

photo
Pimpinan Majelis Az-Zikra KH Muhammad Abdul Syukur Yusuf menerima kunjungan Tim Republika di Pesantren Az-Zikra, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/8/2026). Kunjungan tersebut merupakan bentuk silaturahmi sekaligus mempererat sinergi untuk menghadirkan manfaat bagi umat. - (Republika/Prayogi)

"Sebelum masuk ke kebun, petani kita berdzikir dulu menyebut Masya Allah La Quwata illa Billah dalam kondisi bersuci," ujar Kiai Syukur saat berbincang dengan Republika di Pesantren Az-Zikra, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jumat (7/8/2026) sore. 

Menurut dia, konsep tersebut merupakan bagian dari upaya Pesantren Az-Zikra membumikan zikir dalam berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari."Karena kami ingin membumikan zikir, ya walaupun belum ideal. Pelan-pelan mana yang kita bisa membumikan zikir," ucap penerus dakwah Ustadz Arifin Ilham ini. 

Konsep itulah yang kemudian melahirkan istilah "Agro Zikir". Aktivitas pertanian di lingkungan pesantren dipadukan dengan pembiasaan zikir sebagai ikhtiar untuk mendapatkan hasil pertanian yang optimal.

photo
Petani Agro Zikir memetik cabai rawit merah Ori di area pertanian Pesantren Az-Zikra, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/8/2026). Pesantren Az-Zikra memanfaatkan lahan wakaf produktif untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya pemberdayaan dan kemandirian pangan di lingkungan pesantren. - (Republika/Prayogi)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi