Selasa 26 May 2026 11:33 WIB

MUI Ingatkan Jamaah Haji Maksimalkan Ibadah Saat Wukuf di Arafah

Hari Arafah adalah hari yang mustajab di tempat yang mustajab.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Ani Nursalikah
Jamaah haji Indonesia berdoa saat puncak haji, wukuf di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Selasa (26/5/2026) dini hari WAS.
Foto: Republika/Fernan Rahadi
Jamaah haji Indonesia berdoa saat puncak haji, wukuf di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Selasa (26/5/2026) dini hari WAS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musyrif Diny, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, mengingatkan jamaah haji Indonesia agar mempersiapkan diri secara optimal untuk menghadapi puncak ibadah haji, yakni wukuf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah hari ini, Selasa (26/5/2026).

Menurut Ketua MUI Bidang Fatwa ini, momentum wukuf merupakan fase paling krusial dalam ibadah haji yang harus diisi dengan ibadah, doa, dzikir, dan muhasabah secara total kepada Allah SWT. Selain kesiapan spiritual, Kiai Niam juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik agar jamaah mampu menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dengan khusyuk dan aman.

Baca Juga

"Wukuf di Arafah adalah rukun utama dalam ibadah haji. Tanpa kehadiran fisik di Arafah pada tanggal tersebut, ibadah haji tidak sah. Karena itu, perlu kesiapan fisik dan mental yang matang," kata Kiai Niam dari Makkah kepada Republika, Selasa (26/5/2026).

Kiai Niam menekankan bahwa Hari Arafah merupakan waktu yang sangat istimewa, saat rahmat Allah turun dan doa-doa dikabulkan. Ia juga meminta jamaah tidak menyia-nyiakan waktu selama berada di tenda Arafah dengan aktivitas yang kurang bermanfaat.

Ia mengimbau jamaah haji untuk memperbanyak amalan spiritual secara intensif, seperti membaca Alquran dan shalawat, berdzikir, melakukan sholat sunnah, serta melakukan muhasabah.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi