Rabu 13 May 2026 09:10 WIB

Laporan: Uni Emirat Arab Terlibat Serangan Militer Langsung ke Iran

Teheran membalas lewat meluncurkan rentetan rudal dan drone ke UEA dan Kuwait.

Ladang minyak Iran
Foto: .
Ladang minyak Iran

REPUBLIKA.CO.ID,NEW YORK — Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan secara rahasia melancarkan serangan militer terhadap Iran dalam perang AS-Israel baru-baru ini. Berdasarkan laporan The Wall Street Journal (WSJ) yang dikutip langkah ini menandai eskalasi besar yang mengubah posisi monarki Teluk tersebut menjadi "pihak kombatan aktif" dalam konflik.

Mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut, laporan itu menyebutkan bahwa pasukan UEA melakukan serangan terhadap target-target Iran, termasuk fasilitas penyulingan minyak di Pulau Lavan, Teluk Persia, pada awal April. Serangan ini dilaporkan bertepatan dengan momentum saat Presiden AS Donald Trump secara publik mengumumkan gencatan senjata setelah lima pekan peperangan.

Baca Juga

"Serangan tersebut, yang tidak diakui secara terbuka oleh UEA, termasuk serangan terhadap kilang di Pulau Lavan Iran," demikian kutipan laporan tersebut. Menurut WSJ, hantaman pada kilang tersebut memicu kebakaran hebat dan melumpuhkan sebagian besar kapasitas produksinya selama berbulan-bulan.

Pihak Iran kemudian mengonfirmasi bahwa fasilitas tersebut telah dihantam oleh apa yang mereka gambarkan sebagai "serangan musuh". Teheran membalasnya dengan meluncurkan rentetan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap UEA dan Kuwait.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa Washington secara diam-diam mendukung partisipasi Abu Dhabi dalam upaya perang tersebut. "AS tidak merasa keberatan dengan serangan itu karena gencatan senjata belum sepenuhnya stabil, dan Washington menyambut baik partisipasi UEA atau negara Teluk lainnya yang ingin bergabung dalam pertempuran," ujar seorang sumber kepada WSJ.

Kementerian Luar Negeri UEA menolak berkomentar langsung atas tuduhan ini, namun merujuk pada pernyataan sebelumnya yang menegaskan "hak negara untuk merespons—termasuk secara militer—terhadap tindakan permusuhan."

photo
Asap hitam tebal mengepul ke udara di atas pelabuhan Jebel Ali setelah terkena puing-puing dari rudal Iran yang dicegat, di Dubai, Uni Emirat Arab, Ahad (1/3/2026). Iran melancarkan serangan udara balasan di wilayah tersebut menyusul operasi militer gabungan Israel-AS sebelumnya yang menargetkan beberapa lokasi di seluruh Iran pada dini hari tanggal 28 Februari 2026. - (EPA)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement