REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH — Pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Arab Saudi, Rabu(23/4/2026), resmi menetapkan rencana operasional pelayanan haji 2026 yang mencakup berbagai inisiatif pengayaan dan layanan multibahasa.
Presiden Urusan Keagamaan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Syekh Dr. Abdulrahman Al-Sudais meluncurkan rencana operasional tersebut dalam sebuah upacara di Makkah.
Rencana itu bertujuan meningkatkan pengalaman berhaji bagi jamaah dan menyiarkan pesan dari kedua Masjid suci tersebut kepada masyarakat global dengan 150 inisiatif pengayaan, 10 jalur pengayaan, dan layanan agama dalam 60 bahasa.
Syekh Sudais mengatakan 150 inisiatif yang tercakup dalam rencana tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan agama bagi jamaah haji.
Fitur kecerdasan artifisial (AI) sudah terintegrasi dalam rencana operasional tersebut, kata dia, sehingga menandai pergeseran kualitatif dalam pengembangan layanan agama di Arab Saudi.
Hal tersebut juga sesuai dengan tujuan Tahun Kecerdasan Artifisial 2026 di Arab Saudi serta dinilai mampu meningkatkan pengalaman berhaji.