REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Hidayat Nur Wahid mendorong agar ibadah haji menjadi bagian dari upaya diplomasi untuk menghentikan perang antara AS dan Iran.
"Menjadikan haji sebagai diplomasi damai ini untuk menyampaikan kepada seluruh pihak, berhentilah perang. Ini kita mau haji, ini jamaah mau haji," katanya di sela-sela pertemuan para ulama di Kediaman Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia di Jakarta, Rabu(15/4/2026).
Dia menolak serangan militer yang malah menyasar fasilitas umum atau fasilitas nonmiliter baik di Iran maupun di Arab Saudi. Untuk itu, menjelang pelaksanaan ibadah haji yang segera dimulai, dia berharap peperangan dapat segera dihentikan untuk menjamin keselamatan perjalanan para jemaah haji dari seluruh dunia.
"(Jamaah) Haji itu dari seluruh dunia, termasuk sangat banyak dari Iran, sangat banyak dari Amerika. Berhentilah perang, jangan lagi melakukan perang,"kata dia.
Jika perang dihentikan, hal itu akan membantu memastikan keselamatan perjalanan jamaah haji."Perjalanan menuju Makkah dan Madinah itu juga sangat terkait dengan keselamatan perjalanan dari Iran ke Makkah, perjalanan dari Indonesia ke Makkah, perjalanan dari Amerika ke Makkah. Sangat tergantung dengan apa yang ada di jalan," imbuh dia.
Menurut dia, bagian dari asas kemanusiaan adalah melaksanakan ajaran agama, dan ajaran agama untuk Islam, rukun Islam yang paling tinggi adalah haji.
"Kalau itu kemudian bisa terbantu dengan berhentinya perang, tentu akan menjadi sesuatu yang sangat baik. Dan kalau itu terjadi, maka peran Indonesia menghadirkan itu, serta menghadirkan perdamaian berlaku dengan sangat efektif,"kata dia.




