Rabu 15 Apr 2026 18:55 WIB

Persiapan Layanan Haji Hampir 100 Persen

Tahapan saat ini adalah pengecekan akhir seluruh layanan menjelang operasional haji.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (kiri), dalam Konferensi Pers Pemerintah: Update PHTC dan Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026, di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Foto: Dok Republika
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (kiri), dalam Konferensi Pers Pemerintah: Update PHTC dan Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026, di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Haji dan Umrah menyatakan persiapan layanan haji 2026/1447 Hijriah semakin matang. Pemerintah sudah menyiapkan mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan bagi jemaah haji.

“Persiapan layanan haji hampir selesai 100 persen. Tahapan saat ini adalah pengecekan akhir seluruh layanan menjelang operasional haji,” kata Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, dalam Konferensi Pers Pemerintah: Update PHTC dan Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026, di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga

Untuk akomodasi, pemerintah sudah menyiapkan 177 hotel di Makkah dan 100 hotel di Madinah. Untuk di wilayah Makkah, tempat menginap terletak di Jarwal, Misfalah, Raudhah, Syisyah, dan Aziziah. Sedangkan untuk Madinah, seluruh hotel berada di wilayah Markaziah.

Layanan kesehatan pun sudah siap. Pemerintah sudah menyiapkan 40 klinik di Makkah dan 5 klinik di Madinah. Ada juga KKHI di Makkah maupun Madinah.

“Setiap kloter terdiri atas satu dokter dan satu tenaga kesehatan,” kata Irfan.

Untuk layanan kesehatan ini, pemerintah bekerja sama dengan salah satu rumah sakit besar di Arab Saudi, yakni Saudi German Hospital.

Irfan juga memastikan kartu nusuk sudah tiba di Indonesia. Saat ini sedang dilakukan proses distribusi dan aktivasi sebelum keberangkatan.

Konsumsi untuk jemaah haji juga sudah dalam kondisi siap siaga. Di Makkah, pemerintah menyiapkan 51 dapur dan di Madinah 23 dapur.

Sektor krusial lain adalah transportasi. Pemerintah sudah menyiapkan bus untuk tiga peruntukan. Peruntukan pertama adalah bus antarkota untuk mengantar para jemaah haji untuk rute Jeddah-Makkah-Madinah.

Peruntukan kedua adalah bus selawat. Bus ini akan melayani pergerakan jemaah selama 24 jam ke Masjidil Haram.

Dan peruntukan ketiga adalah bus masyair. Bus ini akan melayani jemaah haji Indonesia selama berada di Arafah-Muzdalifah-Mina.

Kuota haji Indonesia pada 2026 atau 1447 Hijriah ditetapkan sebanyak 221 ribu orang. Jumlah ini terdiri atas 203.320 haji reguler atau 92 persen dan 17.680 haji khusus (8 persen).

Keberangkatan jemaah haji kloter pertama dijadwalkan pada 22 April 2026 dengan rute menuju Madinah, dilanjutkan ke Makkah. Sedangkan keberangkatan terakhir dijadwalkan pada 21 Mei 2026.

Adapun puncak ibadah haji diperkirakan jatuh pada 22 Mei 2026 dengan jadwal inti ibadah haji berlangsung pada 26 Mei 2026.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement