REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik menyatakan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump keliru dalam menilai kepemimpinan Paus Leo XIV "lemah" saat menghadapi kriminalitas dan buruk untuk kebijakan luar negeri.
"Menyebut seorang pemimpin global 'lemah' hanya karena tidak menggunakan pendekatan konfrontatif merupakan penyederhanaan yang tidak tepat," kata Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin(13/4/2026).
Menurut dia, pernyataan tersebut lebih mencerminkan perbedaan cara pandang daripada penilaian objektif terhadap kapasitas kepemimpinan Paus Leo. Dengan demikian, dia berpendapat, Paus asal Chicago itu justru menunjukkan kepemimpinan yang relevan dengan tantangan dunia modern.
Dalam menghadapi kriminalitas, kata dia, Paus tidak memilih pendekatan instan berupa hukuman semata, tetapi menyoroti akar persoalan seperti ketimpangan sosial, kemiskinan dan budaya kekerasan.Ia menilai hal itu merupakan pendekatan yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada solusi jangka panjang.
Lebih lanjut, Gusma mengatakan kritik terhadap kebijakan luar negeri Paus Leo XIV juga tidak berdasar. Dia menjelaskan Vatikan sejak lama memainkan peran sebagai kekuatan moral global yang mengedepankan diplomasi, dialog, dan perdamaian.




