REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Ebrahim Rezaei, seorang anggota parlemen Iran yang duduk di Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri, menjadi pejabat terbaru yang memperingatkan akan adanya balasan keras terhadap setiap serangan Amerika Serikat (AS).
"Tanggapan kami terhadap potensi serangan musuh tidak akan terbatas di kawasan Teluk Persia saja," tegas Rezaei melalui sebuah unggahan di platform X. "Kami akan membalas ke seluruh pangkalan musuh dan ke titik asal serangan dari mana pun."
Jajaran pimpinan senior Iran sebelumnya telah memperingatkan agar tidak ada serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Teheran menegaskan akan membidik fasilitas minyak dan gas di seluruh kawasan Teluk sebagai bentuk balasan.
Rezaei sebelumnya menilai AS beranggapan bisa "mendaratkan pukulan cepat dan menghancurkan" Iran serta memaksa mereka untuk "menyerah" dalam jangka waktu dua hari saat pasar sedang tutup. Menurut dia, hal tersebut hanyalah ilusi yang dibisikkan ke telinga Presiden AS Donald Trump oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berkunjung ke Washington, D.C. pekan lalu.
"Jika serangan dilakukan terhadap Iran, kami akan mengembalikan seluruh wilayah dan fasilitas di kawasan ini ke Zaman Batu. Demi kepentingan terbaik Anda, sebaiknya jangan bertindak bodoh,"tambah Rezaei.