Ahad 02 Aug 2026 09:49 WIB

Trump Mulai Ketakutan, Target Balasan Iran tak Sebatas Kawasan Teluk

Teheran akan memperketat penutupan Selat Hormuz jika AS terus menyerang.

Rudal Khorramshahr-4 diluncurkan oleh IRGC.
Foto: EPA-EFE/IRAN DEFENCE MINISTRY HANDOUT
Rudal Khorramshahr-4 diluncurkan oleh IRGC.

REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Ebrahim Rezaei, seorang anggota parlemen Iran yang duduk di Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri, menjadi pejabat terbaru yang memperingatkan akan adanya balasan keras terhadap setiap serangan Amerika Serikat (AS).

Baca Juga

"Tanggapan kami terhadap potensi serangan musuh tidak akan terbatas di kawasan Teluk Persia saja," tegas Rezaei melalui sebuah unggahan di platform X. "Kami akan membalas ke seluruh pangkalan musuh dan ke titik asal serangan dari mana pun."

Jajaran pimpinan senior Iran sebelumnya telah memperingatkan agar tidak ada serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Teheran menegaskan akan membidik fasilitas minyak dan gas di seluruh kawasan Teluk sebagai bentuk balasan.

Rezaei sebelumnya menilai AS beranggapan bisa "mendaratkan pukulan cepat dan menghancurkan" Iran serta memaksa mereka untuk "menyerah" dalam jangka waktu dua hari saat pasar sedang tutup. Menurut dia, hal tersebut hanyalah ilusi yang dibisikkan ke telinga Presiden AS Donald Trump oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berkunjung ke Washington, D.C. pekan lalu.

"Jika serangan dilakukan terhadap Iran, kami akan mengembalikan seluruh wilayah dan fasilitas di kawasan ini ke Zaman Batu. Demi kepentingan terbaik Anda, sebaiknya jangan bertindak bodoh,"tambah Rezaei.

photo
epa08571184 A handout photo made available by the Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) website; Sepah News shows, Iranian military fires a missile targeting a mock-up of US aircraft carrier in the strategic Strait of Hormuz, southern of Iran, 28 July 2020. Media reported that Iran held a war game at the Strait of Hormuz amid heightened tensions between Iran and the USA. EPA-EFE/HANDOUT HANDOUT EDITORIAL USE ONLY/NO SALES - ( EPA-EFE/HANDOUT HANDOUT EDITORIAL USE ONLY/)

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi