REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Amerika Serikat dan Israel, Selasa (7/4/2026), melakukan serangan udara terhadap jalur rel kereta api di selatan ibu kota Iran, Teheran.
Pejabat Distrik Qale’no di Ray, Selatan Tehran, Mohammad Qahharpoor mengatakan pada bahwa proyektil musuh telah menghantam sebagian jalur kereta api Tehran–Mashhad di wilayah tersebut.
Dia menyebutkan adanya kerusakan pada sebagian rel.
“Sekitar tengah hari, sebagian jalur kereta Tehran–Mashhad di distrik Qale’no, Kabupaten Ray, terkena hantaman proyektil musuh," ujar Qahharpoor.
Ia mengatakan lokasi terdampak berada di sebuah jembatan di atas Sungai Sorkheh Hesar, yang terletak di ujung desa Moqimabad di distrik Qale’no, tempat jalur kereta tersebut melintas.
Qahharpoor mencatat bahwa lalu lintas kereta di rute itu saat ini tidak memungkinkan.
Serangan tersebut tidak menimbulkan korban luka maupun korban jiwa, serta tim penyelamat dan pejabat terkait telah berada di lokasi.
Seperti diketahui, Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan kampanye militer besar-besaran setelah pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil pada 28 Februari.
Serangan-serangan tersebut mencakup gempuran udara luas terhadap lokasi militer dan sipil di seluruh Iran, yang menyebabkan korban jiwa signifikan serta kerusakan infrastruktur yang meluas.
Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan operasi balasan dengan menargetkan posisi Amerika dan Israel di wilayah pendudukan serta pangkalan regional melalui gelombang rudal dan drone.
Sumber:




