Sabtu 21 Mar 2026 12:31 WIB

Mengenal Syawal Lebih Dekat

Sejak zaman pra-Islam, bulan Syawal sudah dianggap istimewa.

ILUSTRASI Syawal
Foto: Republika/Wihdan
ILUSTRASI Syawal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan ke-10 ini terletak setelah bulan suci Ramadhan dan sebelum Dzulqa'dah. Ida Fitri Shohibah dalam buku Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah (2012) memaparkan, secara kebahasaan, syawal berasal dari kata bahasa Arab yang berarti 'peningkatan', 'meningkat', atau 'terbit'.

Pemaknaannya pun dapat mengikuti bulan sebelumnya, yakni Ramadhan. Yoel Yatan dalam buku Moon-o-theism menjelaskan, nama bulan Syawal mungkin saja berasal dari pemaknaan terbitnya bulan baru (syawwal) sebagai tanda akhir puasa sepanjang Ramadhan.

Baca Juga

Akan tetapi, makna kata syawwal juga dapat merujuk pada upaya 'peningkatan', yaitu kian memperbaiki kualitas keimanan dan ketakwaan kehidupan seorang Muslim. Hal itu terutama setelah ia beribadah puasa satu bulan lamanya serta menunaikan zakat fitrah, yang menyucikan diri dan hartanya.

Bukankah dalam Alquran, Allah SWT sudah mewanti-wanti orang beriman berpuasa agar meraih takwa? Kemudian, zakat fitrah untuk menyucikan harta satu tahun lamanya?

Buku Ensiklopedia Islam menyarikan ihwal bagaimana Syawal serta bulan-bulan lainnya dijalani suku-suku bangsa Arab pada zaman Jahiliyah. Nama ke-12 bulan di era pra-Islam, sebagaimana kita kenal sekarang, jamaknya sudah umum dikenal pada masa sebelum kenabian Rasulullah SAW.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement