REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada bulan Ramadhan 2026, Zionis Israel menutup dan menghalangi umat Islam untuk melaksanakan ibadah di Masjid Al-Aqsa sejak akhir Februari 2026. Sehubungan dengan itu, Aqsa Working Group (AWG) menuntut seluruh negara berpenduduk mayoritas muslim sedunia yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) agar melakukan langkah nyata dalam melindungi Masjid Al-Aqsa. OKI diminta tidak sekedar membuat kecaman kepada Zionis Israel.
Ketua Presidium AWG, Anshorullah mengatakan bahwa kemuliaan komplek suci Masjid Al-Aqsa adalah tanggung jawab seluruh umat Islam, bukan hanya tanggung jawab rakyat Palestina. Apalagi OKI didirikan sebagai respons atas peristiwa pembakaran Masjid Al-Aqsa pada tahun 1969 oleh ekstremis Zionis Israel.
"AWG menyerukan kepada umat Islam sedunia untuk tidak pernah melepaskan perhatian kepada komplek Masjid Al-Aqsa sekaligus menegaskan bahwa persatuan umat dalam Al-Jama’ah dengan satu imamnya adalah satu-satunya jalan dalam membebaskan Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestina," kata Anshorullah dalam pernyataan resmi AWG yang diterima Republika, Selasa (17/3/2026).




