Jumat 06 Mar 2026 16:51 WIB

Israel Akui Keliru Besar Remehkan Kekuatan Hizbullah dalam Perang Lawan Iran

Hizbullah tegaskan dukungannya untuk Iran.

Sebuah proyektil (L-top) diluncurkan saat asap mengepul setelah serangan udara Israel di Bourj Al Barajneh, di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 2 Maret 2026.
Foto: EPA/WAEL HAMZEH
Sebuah proyektil (L-top) diluncurkan saat asap mengepul setelah serangan udara Israel di Bourj Al Barajneh, di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 2 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Saluran 13 Israel mengutip pernyataan seorang pejabat Israel yang mengatakan Tel Aviv salah menilai skala keterlibatan Hizbullah dalam perang melawan Iran dan bahwa tingkat kekuatan yang dimasukkan oleh partai tersebut melebihi perkiraan badan-badan Intelijen Israel.

Pejabat tersebut mengatakan lembaga keamanan salah menilai kekuatan partisipasi Hizbullah dan tidak mengharapkan Hizbullah meluncurkan rudal dengan jangkauan dan intensitas seperti ini.

Baca Juga

Dilansir Aljazeera, Jumat (6/3/2026), dia menambahkan, Israel tidak menyangka Hizbullah akan memilih untuk bergabung dalam konfrontasi dengan kekuatan seperti ini dan menegaskanperkembangan ini menimbulkan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di front utara.

Beberapa jam terakhir ini terjadi eskalasi yang mencolok dan belum pernah terjadi sebelumnya, dengan Iran dan Hizbullah melancarkan serangan pertama kali dalam dua jam, menurut laporan media Israel.

Hizbullah meluncurkan serangan mendadak dalam serangan pada Rabu di utara Israel.

Hizbullah Lebanon, Rabu, menyiarkan cuplikan dari operasi yang dilancarkan Selasa kemarin yang menargetkan tank Israel di pinggiran kota Kafr Kila di selatan Lebanon, sementara Israel mengakui dua tentaranya terluka.

Partai tersebut juga mengumumkan bahwa mereka menargetkan pangkalan Tel Hashomer di tenggara Tel Aviv dengan serangkaian rudal berkualitas.

Sementara sejak fajar mereka melancarkan serangan dengan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan lokasi dan markas komando militer di tengah dan utara Israel.

photo
Persenjataan Hizbullah - (CSIS)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement