Rabu 04 Mar 2026 16:16 WIB

Kemenag: Aiman & Aisha Bukan Sekadar Produk, tapi Ikhtiar Peradaban

Aiman & Aisha bukan sekadar menghadirkan produk teknologi baru.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
Kiri ke kanan CEO MahakaX, Ronny Sugiadha, Pemred Republika, Andi Muhyiddin, Sekjen Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, Direktur Republika, Rangga Danu Prasetyo, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, Sekretaris PP Muhammadiyah, Izzul Muslimin, Direktur Lazismu, Ibnu Tsani, Kepala Badan Pengurus Lazismu, Ahmad Imam Mujadid Rais dan Head of Partner Management Byteplus Indonesia, Mochamad Galih melakukan seremoni Grand Launching Aiman Aisha di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Republika secara resmi meluncurkan platform kecerdasan buatan (AI) keislaman bernama Aiman dan Aisha. Mengusung tema When Faith Meets Technology: Designing AI with Moral Architecture, acara ini menjadi tonggak baru dalam upaya menjaga kedaulatan digital umat, dengan menghadirkan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga berarsitektur moral. Platform inovatif ini juga didukung oleh BytePlus sebagai mitra teknologi strategis. 
Foto: Republika/Thoudy Badai
Kiri ke kanan CEO MahakaX, Ronny Sugiadha, Pemred Republika, Andi Muhyiddin, Sekjen Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, Direktur Republika, Rangga Danu Prasetyo, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, Sekretaris PP Muhammadiyah, Izzul Muslimin, Direktur Lazismu, Ibnu Tsani, Kepala Badan Pengurus Lazismu, Ahmad Imam Mujadid Rais dan Head of Partner Management Byteplus Indonesia, Mochamad Galih melakukan seremoni Grand Launching Aiman Aisha di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Republika secara resmi meluncurkan platform kecerdasan buatan (AI) keislaman bernama Aiman dan Aisha. Mengusung tema When Faith Meets Technology: Designing AI with Moral Architecture, acara ini menjadi tonggak baru dalam upaya menjaga kedaulatan digital umat, dengan menghadirkan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga berarsitektur moral. Platform inovatif ini juga didukung oleh BytePlus sebagai mitra teknologi strategis. 

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag), Prof Kamaruddin Amin menegaskan peluncuran platform kecerdasan buatan (AI) “Aiman & Aisha” bukan sekadar menghadirkan produk teknologi baru, melainkan sebuah ikhtiar peradaban.

Hal itu disampaikan Kamaruddin dalam Grand Launching “Aiman & Aisha" bertajuk When Faith Meets Technology yang digelar Republika di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga

Ia membuka sambutannya dengan menyampaikan salam dari Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar yang sedianya hadir dan telah menyiapkan materi keynote speech, namun berhalangan karena harus menghadiri rapat kabinet.

“Semoga kehadiran saya tidak mengurangi makna dari pertemuan yang sangat penting ini,” ujar Kamaruddin.

Ia pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Republika atas inisiatif pengembangan AI untuk meningkatkan literasi keislaman yang moderat dan menyejukkan.

“Momen ini bukan sekadar peluncuran sebuah produk atau platform. Ini adalah peluncuran sebuah ikhtiar peradaban,” ujarnya.

Menurut dia, dunia saat ini memasuki babak baru perkembangan teknologi. Jarak tidak lagi diukur dalam kilometer, melainkan kecepatan sinyal. Ilmu pengetahuan tidak lagi hanya tersimpan di rak perpustakaan, tetapi berkelindan dalam algoritma.

“Kini kita menyaksikan kehadiran kecerdasan buatan yang bukan lagi sekadar alat bantu, tetapi mulai menjadi mitra berpikir manusia,” katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement