REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Reuters mengutip pernyataan seorang pejabat yang mengatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tidak berada di Teheran dan telah dipindahkan ke tempat yang aman.
Berita ini muncul bersamaan dengan pengumuman Amerika Serikat dan Israel untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, Sabtu (28/2/2026)
Sementara itu, kantor berita IRNA mengutip sumber yang mengetahui informasi tersebut dari kepresidenan Iran bahwa Presiden Pezeshkian dalam keadaan baik dan sehat.
Direktur kantor Aljazeera di Iran, Nuruddin Al-Daghir, mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan para pemimpin politik dalam upaya untuk menggulingkan rezim, dan menjelaskan bahwa Pemimpin Tertinggi tidak berada di Teheran pada saat serangan itu terjadi.
Kantor berita Iran melaporkan bahwa beberapa ledakan terjadi di ibu kota Iran, Teheran, dan laporan berita Iran menyebutkan bahwa ledakan lain menargetkan kota Qom, Isfahan, Kermanshah, dan Karaj.
Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada hari Sabtu, dengan suara ledakan terdengar di ibu kota Teheran dan sejumlah kota lain, termasuk Qom, Isfahan, Kermanshah, dan Karaj.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan serangan terhadap Iran, dengan mengatakan bahwa ia baru saja memulai operasi militer berskala besar di Iran.
Trump menambahkan, "Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman yang akan datang dari rezim Iran."
β οΈ ππ«πππ€π’π§π πππ°π¬ β οΈ
Tehran Resident:
“They hit Supreme Leader residence with a B-2 bomber.”
This is unbelievable… pic.twitter.com/g0uLZm4OJf
— Iran Spectator (@IranSpec) February 28, 2026




