Sabtu 28 Feb 2026 13:46 WIB

Sebelum Wafat, Nabi Musa Minta Anaknya Menanam Kapas, Ini Maknanya Menurut UAS

Dari proses tersebut, Nabi Musa mengajarkan nilai kemandirian ekonomi.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Ustadz Abdul Somad menyampiakan materi dalam acara Amazing Muharram 12 : Infinity Life di Jakarta, ahad (20/8/2023). Dalam momentum peringatan Muharram yang suci, Cinta Quran Foundation menghadirkan Amazing Muharram 12, sebuah acara tahunan yang telah memberikan dampak positif kepada masyarakat selama 11 tahun berturut-turut. Pelaksanaan Kali ini mengusung tema utama
Foto: Prayogi/Republika
Ustadz Abdul Somad menyampiakan materi dalam acara Amazing Muharram 12 : Infinity Life di Jakarta, ahad (20/8/2023). Dalam momentum peringatan Muharram yang suci, Cinta Quran Foundation menghadirkan Amazing Muharram 12, sebuah acara tahunan yang telah memberikan dampak positif kepada masyarakat selama 11 tahun berturut-turut. Pelaksanaan Kali ini mengusung tema utama

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) mengungkapkan kisah menarik tentang pesan terakhir Nabi Musa Alaihisalam kepada anaknya sebelum wafat. Pesan tersebut adalah agar sang anak menanam kapas sebagai bekal kehidupan yang mandiri dan bermartabat. 

Kisah itu disampaikan Ustadz Abdul Somad saat membedah bukunya berjudul “35 Kisah Saat Maut Menjemput” di Masjid Baitut Tholibin, Jakarta, Jumat (27/2/2026). Menurut UAS, Nabi Musa memberikan nasihat sederhana namun sarat makna, yakni bekerja dengan tangan sendiri agar tidak menjual diri dan menjaga kehormatan.

Baca Juga

“Nabi Musa pesan ke anaknya, nanti tolong tanam kapas. Kenapa kapas? Karena kapas tidak perlu disiram. Kalau musim panas, daunnya gugur sendiri,” ujar UAS.

Ia menjelaskan, kapas dapat dipintal menjadi benang, lalu ditenun menjadi kain yang bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari proses itulah Nabi Musa mengajarkan nilai kemandirian ekonomi.“Nanti kapas akan dipintal jadi benang, benang ditenun jadi kain, jual kain. Jangan jual harga dirimu,” kata dia.

UAS menekankan, pesan tersebut relevan bagi pendidikan anak perempuan. Menurut dia, orang tua perlu membekali anak dengan keterampilan dan kemandirian agar mampu menjaga kehormatan diri."Anak perempuan, tanamkan dia kapas, nanti dia akan jual kain. Lebih baik dia jual kain daripada jual harga diri. Itu penting. Pesankan ke anak-anak perempuan kita,” ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement