REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Masjid tertua di Kota Samarinda, Masjid Shiratal Mustaqiem, berupaya melestarikan resep turun-temurun dengan menghidangkan kuliner tradisional khas setempat, bubur peca, bagi jamaah yang berbuka puasa.
“Bubur peca adalah makanan khas Kampung Masjid Samarinda yang diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang kami,” ujar juru masak bubur peca, Mardiyana atau akrab disapa Alus, Jumat (20/2/2026).
Alus yang telah menjaga tradisi memasak selama 22 tahun menjelaskan, bubur tersebut terbuat dari perpaduan nasi, santan, kaldu ayam kampung, serta bumbu rempah khas.
Kombinasi bahan tersebut menghasilkan tekstur bubur yang lembut sehingga ramah bagi pencernaan umat Muslim setelah seharian berpuasa.
“Banyak jamaah yang mengatakan bubur ini sangat bagus untuk kesehatan,” kata Alus, menambahkan hidangan tersebut juga baik bagi penderita maag.
Upaya rutin menghidangkan kuliner legendaris di masjid berusia ratusan tahun yang terletak di Jalan Pangeran Bendahara itu membutuhkan dedikasi dan kesabaran.




