Jumat 13 Feb 2026 16:28 WIB

Amphuri Optimistis Kenaikan Minat Umrah di Bulan Ramadhan 2026

Umrah di bulan Ramadhan tetap memiliki daya tarik yang sangat kuat.

Rep: Muhyiddin/ Red: Hasanul Rizqa
Ilustrasi Ibadah Umrah
Foto: Antara/Kuwadi
Ilustrasi Ibadah Umrah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minat masyarakat untuk melaksanakan ibadah umrah pada bulan Ramadhan 1447 H/ 2026 M diperkirakan meningkat signifikan. Momentum Ramadhan yang bertepatan dengan musim dingin di Arab Saudi dinilai menjadi faktor penting yang mendorong kenyamanan sekaligus daya tarik ibadah umrah tahun ini.

Ketua Bidang Litbang DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Ulul Albab mengatakan, Ramadhan tahun ini diperkirakan berlangsung dalam kondisi cuaca yang lebih sejuk dibanding periode sebelumnya.

Baca Juga

“Ramadhan 1447 H / 2026 M ini insyaallah masih berada pada musim dingin di Arab Saudi. Ini tentu membuka peluang besar bagi peningkatan minat jamaah umrah dari berbagai segmen,” ujar Ulul saat dihubungi Republika, Jumat (13/2026).

Menurut dia, suhu yang lebih bersahabat dengan durasi puasa sekitar 12-13 jam akan memberikan kenyamanan fisik bagi jamaah, khususnya lansia, keluarga, dan jamaah yang baru pertama kali melaksanakan umrah. Selain itu, aktivitas ibadah malam hari diperkirakan dapat berlangsung lebih optimal.

Dari sisi spiritualitas, menurut Ulul, umrah di bulan Ramadhan tetap memiliki daya tarik yang sangat kuat. "Hadits yang menyebutkan bahwa umrah di bulan Ramadhan bernilai seperti haji (dalam pahala) terus menjadi magnet utama yang menguatkan motivasi jamaah, sekaligus mempengaruhi dinamika pemasaran travel haji dan umrah," ucapnya.

Ulul juga menilai kesiapan otoritas Saudi dalam pengelolaan musim ibadah semakin terlihat sejak awal tahun. Proses visa haji 2026 yang sudah dimulai sejak Februari menjadi indikator kesiapan tersebut.

"Digitalisasi layanan melalui platform Nusuk diprediksi semakin dominan, disertai peningkatan manajemen kepadatan jamaah di Masjidil Haram," kata Ulul.

Di sisi pasar, lanjutnya, sejumlah penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) telah memasarkan paket Umrah Ramadhan 2026 sejak awal tahun dengan kisaran harga sekitar Rp 40 jutaan. Pergerakan ketersediaan kursi penerbangan (seat availability) yang cepat menunjukkan permintaan jamaah yang tetap stabil tinggi.

Ulul menilai Ramadhan 2026 berpotensi menjadi periode umrah yang ramai namun lebih nyaman secara fisik dibanding beberapa tahun terakhir. Hal ini sekaligus membuka peluang kompetisi yang lebih ketat di antara penyelenggara perjalanan ibadah umrah.

“Kompetisi antar travel diprediksi meningkat, sehingga inovasi konsep layanan menjadi faktor pembeda utama,” jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement