Rabu 11 Feb 2026 17:59 WIB

Ketika Orang Kafir Ingin Menjadi Muslim

Di akhirat, orang kafir berandai-andai dirinya dahulu menjadi Muslim.

Ilustrasi laknat dan siksa neraka
Foto: Dok Republika
Ilustrasi laknat dan siksa neraka

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alquran menjelaskan, kelak orang-orang kafir akan menyesal bahwa dirinya tidak menjadi Muslim. Penyesalan itu terjadi ketika mereka sudah berada di akhirat, meninggalkan kehidupan duniawi yang fana. Yang bisa dilakukannya hanyalah berangan-angan kembali ke dunia untuk menjadi Muslim yang taat kepada Allah.

رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا لَوۡ كَانُوۡا مُسۡلِمِيۡنَ‏

Baca Juga

"Orang kafir itu kadang-kadang (nanti di akhirat) menginginkan, sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang Muslim" (QS al-Hijr: 2).

Dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama, ayat ini merupakan peringatan dari Allah SWT kepada orang-orang kafir. Ayat ini pun menegaskan, mereka di akhirat nanti akan merasakan beratnya siksa neraka. Dalam kondisi demikian, mereka menyesali perbuatan dan tindakannya dahulu yang mengingkari kebenaran risalah Islam.

Seandainya mereka mengikuti seruan Nabi Muhammad SAW serta melaksanakan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya, tentulah mereka tidak akan diazab, seperti yang mereka alami pada hari itu.

Seandainya orang kafir beriman dan berbuat takwa, tentulah mereka akan terhindar dari neraka. Dengan ridha-Nya, Allah memasukkan mereka ke dalam surga yang penuh kenikmatan, seperti yang dialami oleh orang-orang Muslim pada saat itu. Akan tetapi, pada waktu itu, semua penyesalan tidak akan berguna.

Dalam sebuah hadis, diterangkan momen saat-saat penyesalan mereka. Rasulullah SAW bersabda, "Apabila telah berkumpul penghuni neraka dan beserta mereka ada orang yang dikehendaki Allah dari ahli kiblat (orang Mukmin). Orang kafir berkata kepada orang-orang Islam, 'Bukankah kamu sekalian dahulu orang-orang Islam?'

Orang Islam berkata, 'Benar.'

Mereka bertanya, 'Tidaklah bermanfaat bagimu agama Islam yang kamu anut dahulu, sehingga kamu dikumpulkan bersama kami di neraka ini?'

Orang Islam berkata, 'Kami telah mengerjakan perbuatan dosa, maka kami diazab karenanya.'

Maka Allah SWT memerintahkan agar orang-orang Islam yang berada di dalam neraka itu untuk dikeluarkan. Tatkala melihat hal itu, orang-orang kafir berkata, 'Aduhai, seandainya kami dahulu orang Muslim, tentu kami akan dikeluarkan pula dari neraka, sebagaimana mereka dikeluarkan.'"

Menutup sabdanya itu, Rasulullah SAW kemudian membacakan Alquran surah al-Hijr ayat kedua.

Firman Allah SWT yang senada dengan ayat tersebut:

وَلَوۡ تَرٰٓى اِذۡ وُقِفُوۡا عَلَى النَّارِ فَقَالُوۡا يٰلَيۡتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِاٰيٰتِ رَبِّنَا وَنَكُوۡنَ مِنَ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ

"Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, 'Seandainya kami dikembalikan (ke dunia), tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman'" (QS al-An'am: 27).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement