Selasa 03 Feb 2026 15:05 WIB

Soal BoP, MUI Tunggu Penjelasan Presiden

MUI memiliki sikap yang bersumber dari ajaran agama dan konstitusi negara.

Wakil Ketua MUI, KH Cholil Nafis menyampaikan tausiyah dalam acara Dzikir Nasional Republika di Masjid At-Thohir di Cimanggis, Depok, Kamis (31/12/2025). Kegiatan Dzikir Nasional Republika kali ini mengangkat tema Demi Masa, Semoga Kita Bukan Termasuk Orang yang Merugi.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Wakil Ketua MUI, KH Cholil Nafis menyampaikan tausiyah dalam acara Dzikir Nasional Republika di Masjid At-Thohir di Cimanggis, Depok, Kamis (31/12/2025). Kegiatan Dzikir Nasional Republika kali ini mengangkat tema Demi Masa, Semoga Kita Bukan Termasuk Orang yang Merugi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) M. Cholil Nafis menyatakan MUI masih menunggu penjelasan Presiden Prabowo Subianto terkait keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP).

Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, Cholil menyebut MUI bersama organisasi masyarakat Islam lainnya akan melakukan diskusi dengan berbagai tema bersama Presiden Prabowo Subianto, termasuk masalah BoP.

Baca Juga

"Mau dialog tentang kepesertaan anggota Indonesia di BoP, Board of Peace. Mungkin nanti juga bisa melebar dengan tema-tema lainnya untuk kebaikan bangsa, termasuk soal bencana barangkali. Tapi tema utamanya soal Board of Peace," kata Cholil.

Cholil mengatakan MUI memiliki sikap yang bersumber dari ajaran agama dan konstitusi negara.

Menurutnya, Islam sebagaimana tertuang dalam Al-Qur'an menolak segala bentuk perbudakan dan penindasan terhadap umat manusia.

Prinsip tersebut juga sejalan dengan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penjajahan.

Ia menjelaskan, saat ini MUI ingin mendengarkan penjelasan Presiden Prabowo terkait dengan alasan bergabungnya Indonesia dalam BoP, sebelum menyampaikan sikap secara resmi.

"Kita ingin mendengar penjelasan dari Pak Presiden, mengapa Indonesia bergabung. Nanti kita tunggu bagaimana penjelasannya Pak Presiden. Nanti kita sampaikan dulu," terangnya.

Cholil menambahkan, hingga kini keputusan resmi MUI masih menunggu hasil rapat dan klarifikasi lebih lanjut. Menurutnya, sikap yang berkembang di ruang publik belum mencerminkan keputusan final organisasi.

"Jadi ada yang pokok bahwa kita anti penjajahan, kita mendukung kemerdekaan Palestina. Tentu kita ingin yang terbaik itu perdamaian dunia. Kita kan belum tahu apa alasan Presiden untuk bergabung itu. Kita mau dengarkan, nanti selesai itu baru kita jelasin," pungkasnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement