REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Forum Bahtsul Masail para Kiai se-Jawa Barat dan DKI Jakarta, mengkaji sejumlah permasalahan yang dihadapi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama para kiai muda, di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat. Forum Bahtsul Masail merumuskan landasan keagamaan percepatan muktamar PBNU.
“Para kiai menyuarakan percepatan Muktamar dan nama baik NU segera pulih kembali dengan cepat,” kata Pengasuh Pesantren Kempek, Kiai Muhammad Shofy dalam keterangannya pada Rabu (21/1/2026).
Shofi menyebut percepatan muktamar tersebut dibahas dengan menggunakan narasi argumentasi keagamaan. Alasan pelaksanaan muktamar harus dipercepat berlandaskan pada kaidah fikih, Dar` al-mafasid muqaddam ‘ala jabl al-mashalih (menolak kerusakan harus diprioritaskan daripada mengambil kemaslahatan).
“Adapun mafsadat (kerusakan) yang sedang berlangsung yang harus segera dihindari dengan percepatan muktamar,"kata Kiai Shofy.
Dia mengamati perpecahan dan polarisasi atau keterbelahan sosial di tengah warga NU. "Ini sangat terasa dan tampak di media sosial dan interaksi sosial yang terjadi kerenggangan yang mengarah pada ketegangan,”lanjut Shofi.
Selanjutnya, Shofi mendorong perlunya pembenahan terhadap organisasi NU secara keseluruhan; perlu evaluasi dan pembenahan kepemimpinan struktural yang ada di PBNU.“Intinya, PBNU sebagai sebuah organisasi perlu direset ulang, dengan diisi oleh orang-orang yang memiliki kredibilitas, kapabilitas, integritas, moralitas, dan kapasitas keulamaan,” ujar Kiai Shofy.




