REPUBLIKA.CO.ID,Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin mengisahkan beragam perjumpaan manusia dengan malaikat pencabut nyawa. Mulai dialog Nabi Ibrahim Alaihissalam dan Nabi Sulaiman Alaihissalam dengan malaikat pencabut nyawa hingga kisah raja yang sombong dan seorang mukmin dijemput malaikat pencabut nyawa. Kisah-kisah ini menyimpan pelajaran mendalam tentang kepastian ajal dan kengerian jika tidak mempersiapkannya.
Dikisahkan dalam Ihya Ulumuddin, Asy‘ats bin Aslam berkata, "Nabi Ibrahim Alaihissalam bertanya kepada malaikat pencabut nyawa, namanya adalah Izrail. Izrail mempunyai dua mata, yang satu di mukanya dan yang lain di kuduknya.”
"Nabi Ibrahim bertanya: Wahai malaikat pencabut nyawa, apa yang kamu perbuat apabila seseorang berada di Timur dan seorang lagi di Barat, dan terjadi penyakit kolera serta dua barisan perang saling bertemu (di sebuah wilayah), bagaimana engkau melakukannya (mencabut nyawa)?"
"Malaikat pencabut nyawa menjawab: Aku memanggil ruh-ruh dengan izin Allah, maka ruh-ruh itu berada di antara dua jariku ini."
Asy‘ats bin Aslam berkata, “Bumi telah dibentangkan bagi malaikat pencabut nyawa, lalu dibiarkan seperti nampan di antara dua tangannya. Kemudian Izrail mengambil apa yang dikehendakinya.”
Asy‘ats bin Aslam melanjutkan, "Dialah yang memberi kabar gembira kepada Nabi Ibrahim bahwa ia adalah kekasih Allah Azza wa Jalla."




