Rabu 14 Jan 2026 06:04 WIB

Punya Karakter yang Berbeda, Ini Dua Sosok Ini Kandidat Kuat Pemimpin Baru Hamas

Salah satu kandidat pernah disuntik racun Israel.

Pemimpin delegasi Hamas, Wakil Ketua Biro Politik Khalil al-Hayya dalam pertemuan di Teheran, Iran, beberapa waktu lalu.
Foto: KHAMENEI.IR
Pemimpin delegasi Hamas, Wakil Ketua Biro Politik Khalil al-Hayya dalam pertemuan di Teheran, Iran, beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Hamas dijadwalkan memilih pemimpin baru bulan ini. Ada dua sosok yang menjadi calon kuat. Yakni, Khalil Al-Hayya dan Khaled Meshaal.

Reuters melaporkan, informasi tersebut disebutkan oleh dua sumber di dalam Hamas. Tujuan pemilihan pemimpin adalah untuk mengisi posisi yang kosong sejak Israel membunuh Yahya Sinwar pada 2024, meskipun ada kekhawatiran bahwa penggantinya bisa mengalami nasib yang sama.

Baca Juga

Khalil Al-Hayya dan Khaled Meshaal dipandang sebagai kandidat terkuat untuk memimpin pada momen krusial bagi kelompok itu. Di mana, Hamas telah terpukul oleh dua tahun perang dan menghadapi tuntutan untuk melucuti senjata.

Kedua tokoh tersebut bermukim di Qatar dan duduk dalam dewan lima orang yang memimpin Hamas sejak Israel membunuh Sinwar. Pendahulunya, Ismail Haniyeh, juga dibunuh Israel saat berkunjung ke Iran pada 2024.

Sumber Reuters tersebut menyebut proses pemilihan sudah dimulai. Pemimpin dipilih melalui pemungutan suara rahasia oleh Dewan Syura Hamas, sebuah badan beranggotakan 50 orang yang mencakup anggota Hamas di Tepi Barat yang diduduki Israel, Jalur Gaza.

Sementara, Juru bicara Hamas menolak berkomentar. Sumber-sumber itu mengatakan seorang wakil pemimpin juga akan dipilih untuk menggantikan Saleh Al-Arouri, yang tewas akibat serangan udara Israel di Lebanon pada 2024.

Sumber yang dekat dengan Hamas mengatakan kelompok itu bertekad menuntaskan pemungutan suara, meski sebagian pihak lebih memilih perpanjangan kepemimpinan kolektif.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement