REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Otoritas keamanan Iran mengumumkan pembongkaran jaringan spionase zionis usai penangkapan terhadap seorang warga negara asing yang dituduh beroperasi atas nama dinas intelijen Israel, Mossad.
Menurut pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Sabtu (10/1/2025), tersangka memasuki Iran dengan identitas samaran dan ditugaskan untuk mengumpulkan intelijen sensitif. Mata-mata tersebut ditugaskan untuk menilai kondisi di lapangan. Penangkapan dilakukan organisasi intelijen IRGC saat individu tersebut secara aktif menjalankan misi-misi ini, kata otoritas Iran seperti dilansir Al Mayadeen.
Petugas selanjutnya melakukan penggeledahan terhadap barang-barang pribadi dan kediaman tersangka. IRGC menemukan dokumen yang digambarkan sebagai "bukti pasti" spionase, yang menetapkan hubungan langsung dengan aparat intelijen Israel. Para pejabat menyatakan, penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk menentukan ruang lingkup jaringan dan mengidentifikasi kontak atau kaki tangan mereka.
Penangkapan ini merupakan bagian dari operasi keamanan lebih luas yang diluncurkan di tengah kerusuhan di beberapa kota Iran. Otoritas keamanan mengungkapkan, demonstrasi sengaja diubah dari protes ekonomi damai menjadi tindakan kekerasan dan sabotase yang terkoordinasi.
Para pejabat keamanan Iran telah berulang kali memperingatkan dinas intelijen asing telah mengintensifkan aktivitas rahasia di dalam negeri. Mereka berupaya mengeksploitasi tekanan ekonomi melalui taktik perang hibrida daripada konfrontasi militer langsung.




