REPUBLIKA.CO.ID,TABUK -- Gelombang udara dingin yang melanda wilayah utara Arab Saudi menyebabkan penurunan suhu signifikan di sejumlah daerah. Di wilayah barat laut Tabuk, suhu dingin ekstrem pada Ahad (4/1/2026) pagi memicu terbentuknya embun beku, terutama di area terbuka dan dataran tinggi yang terpapar langsung udara dingin.
Dilansir Saudigazette, Senin (5/1/2026), Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (National Center for Meteorology/NCM) menyebutkan, penurunan suhu ini diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Selain suhu yang terus menurun, wilayah Tabuk juga diperkirakan akan mengalami angin kencang yang memperparah kondisi cuaca dingin.
NCM mencatat, sejumlah provinsi di wilayah utara mencatatkan suhu terendah di Kerajaan pada hari yang sama. Provinsi Arar, Qurayyat, dan Turaif masing-masing mencatat suhu mencapai nol derajat Celcius.
Sementara itu, suhu di Rafha tercatat tiga derajat Celcius dan di Sakaka empat derajat Celcius, menjadikan wilayah-wilayah tersebut sebagai kawasan terdingin di Arab Saudi saat ini.
Selain wilayah utara, NCM juga memperingatkan potensi angin kencang di Makkah dan Madinah. Adapun penurunan suhu yang disertai angin kencang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah lain, termasuk Al-Jouf, Perbatasan Utara, Hail, Al-Qassim, Riyadh, hingga Provinsi Timur.
Otoritas meteorologi setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem, khususnya bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan, serta memperhatikan informasi dan peringatan cuaca terkini dari pihak berwenang.




