REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK— Majalah Newsweek Amerika Serikat mengungkapkan bahwa ketika Presiden Donald Trump memerintahkan pasukan elite untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dia mengulangi sejarah panjang intervensi Amerika Serikat yang menyebabkan perubahan sistem pemerintahan di berbagai negara di dunia, sebuah sejarah yang pernah dia kritik dengan keras di masa lalu.
Majalah tersebut melanjutkan bahwa intervensi Amerika tidak selalu bertujuan untuk menjatuhkan diktator atau penguasa otoriter—menurut istilahnya— tetapi juga untuk mencegah penyebaran komunisme, seperti yang terjadi di Vietnam atau Kuba.
Berikut ini daftar sejumlah pemimpin negara dunia yang pernah digulingkan Amerika Serikat:
Mohammad Mossadegh di Iran
Majalah tersebut menyebutkan bahwa pada 19 Agustus 1953, Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) bekerja sama dengan Inggris membantu mengatur kudeta yang menggulingkan Perdana Menteri Iran Mohammad Mossadegh, dalam langkah yang bertujuan untuk memperkuat pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi.
Dia menekankan bahwa Musaddam sebenarnya bukanlah seorang diktator, melainkan seorang pemimpin terpilih, dan masalahnya adalah dia telah menasionalisasi industri minyak di negara itu yang sebelumnya dikelola oleh perusahaan-perusahaan Inggris.
Jacobo Arbenz di Guatemala
Newsweek melanjutkan bahwa pada Juni 1954, presiden terpilih secara demokratis di Guatemala, Jacobo Arbenz, digulingkan dalam operasi yang didukung oleh CIA, setelah kebijakan kiri-kirinya menimbulkan kekhawatiran para pejabat AS selama Perang Dingin.




