Senin 05 Jan 2026 08:09 WIB

Cap Diktator Hanya Dalih, Ini 11 Pemimpin Dunia yang Digulingkan AS: Ada yang Muslim

AS melakukan kudeta terhadap sejumlah pemimpin dunia.

Presiden Iran Ebrahim Raisi (kiri) dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro tampil bersama di Caracas, pada 13 Juni 2023.
Foto: Venezuelan Presidency/Zurimar Campos
Presiden Iran Ebrahim Raisi (kiri) dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro tampil bersama di Caracas, pada 13 Juni 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK— Majalah Newsweek Amerika Serikat mengungkapkan bahwa ketika Presiden Donald Trump memerintahkan pasukan elite untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dia mengulangi sejarah panjang intervensi Amerika Serikat yang menyebabkan perubahan sistem pemerintahan di berbagai negara di dunia, sebuah sejarah yang pernah dia kritik dengan keras di masa lalu.

Majalah tersebut melanjutkan bahwa intervensi Amerika tidak selalu bertujuan untuk menjatuhkan diktator atau penguasa otoriter—menurut istilahnya— tetapi juga untuk mencegah penyebaran komunisme, seperti yang terjadi di Vietnam atau Kuba.

Baca Juga

Berikut ini daftar sejumlah pemimpin negara dunia yang pernah digulingkan Amerika Serikat:

Mohammad Mossadegh di Iran

Majalah tersebut menyebutkan bahwa pada 19 Agustus 1953, Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) bekerja sama dengan Inggris membantu mengatur kudeta yang menggulingkan Perdana Menteri Iran Mohammad Mossadegh, dalam langkah yang bertujuan untuk memperkuat pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi.

Dia menekankan bahwa Musaddam sebenarnya bukanlah seorang diktator, melainkan seorang pemimpin terpilih, dan masalahnya adalah dia telah menasionalisasi industri minyak di negara itu yang sebelumnya dikelola oleh perusahaan-perusahaan Inggris.

 

 

photo
FILE - Perdana Menteri Mohammad Mossadegh diangkat di atas bahu kerumunan yang bersorak di Lapangan Majlis Tehran, di luar gedung parlemen, setelah mengulang pandangannya tentang nasionalisasi minyak kepada para pendukungnya pada 27 September 1951. Sambil mengungkap detail baru tentang salah satu operasi CIA paling terkenal sepanjang masa, yaitu penyelamatan enam diplomat Amerika yang lolos dari penyitaan Kedutaan Besar AS di Iran pada 1979, badan intelijen tersebut untuk pertama kalinya juga mengakui hal lain. CIA kini secara resmi menggambarkan kudeta 1953 yang didukungnya di Iran, yang menggulingkan perdana menteri dan mengukuhkan kekuasaan Shah Mohammad Reza Pahlavi, sebagai tindakan yang tidak demokratis. - (AP Photo)

Jacobo Arbenz di Guatemala

Newsweek melanjutkan bahwa pada Juni 1954, presiden terpilih secara demokratis di Guatemala, Jacobo Arbenz, digulingkan dalam operasi yang didukung oleh CIA, setelah kebijakan kiri-kirinya menimbulkan kekhawatiran para pejabat AS selama Perang Dingin.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement