Selasa 23 Dec 2025 12:50 WIB

Abah Guru Sekumpul, Ulama Karismatik dari Kalsel

Abah Guru Sekumpul merupakan seorang ulama karismatik dan juga mursyid tarekat.

Haul Abah Guru Sekumpul. (ilustrasi)
Foto: Antara/Bayu Pratama S
Haul Abah Guru Sekumpul. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Khususnya di Kalimantan Selatan, Syekh Muhammad Zaini Abdul Ghani atau yang biasa disapa Abah Guru Sekumpul merupakan seorang ulama karismatik. Ia juga dikenang sebagai pengajar (mursyid) Tarekat Sammaniyah.

Beberapa sumber menyebutkan, tokoh yang pertama kali membawa Tarekat Sammaniyah ke Kalimantan adalah Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, yang juga kakek moyang dari Abah Guru Sekumpul. Salah satu fokus ajaran dalam kelompok sufi tersebut adalah pentingnya berzikir kepada Allah.

Baca Juga

Di Martapura dan sekitarnya, Abah Guru Sekumpul mengajarkan tarekat Sammaniyah kepada para muridnya, setidaknya sejak tahun 1994. Sang alim memiliki sejumlah pengikut, yang kemudian meneruskan ajarannya. Di antara mereka adalah KH M Syukeri Unus (Amuntai), KH Sofyan Noor bin Haji Ahmad Sya'rani, KH Syamsuri bin Haji Muhrid, dan KH Munawar Gazali.

Sejak era 1970-an, pengajian-pengajian yang digelar Abah Guru Sekumpul kental akan nuansa Tarekat Sammaniyah. Kegiatan keagamaan ini dilaksanakan setiap pagi Rabu, Kamis dan Ahad, serta pada malam Rabu, Sabtu dan Ahad.

Para pesertanya dapat mencapai jumlah ribuan orang. Mereka umumnya terdiri atas laki-laki. Adapun pengajuan yang khusus perempuan digelar pada malam Rabu.

Ajaran Tarekat Sammaniyah yang disampaikan Abah Guru Sekumpul memberikan inspirasi. Umumnya para pengikut pengajian itu membenarkan, ajaran-ajaran sang alim dapat memberikan kesadaran diri serta menambah kecintaan terhadap ilmu-ilmu agama Islam.

Pengajian ini juga menjadi wahana untuk mengembangkan syiar keagamaan di tengah masyarakat, khususnya di Kalimantan Selatan. Materi-materi yang disampaikan berkaitan dengan persoalan kehidupan masyarakat sehari-hari, termasuk di antaranya ihwal akidah, tauhid, fikih, akhlak, tasawuf, dan tafsir.

Nasihat-nasihat dari Abah Guru Sekumpul menjadi pengingat bagi para jamaah. Misalnya, tentang perlunya menghormati ulama dan orang tua, sebagaimana perintah Allah dalam kitab suci Alquran. Selanjutnya, akhlak sosial terhadap sesama Muslim maupun umat manusia. Kemudian, pentingnya bersikap lapang dada dan berbaik sangka terhadap kehendak Allah.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement