Ahad 21 Dec 2025 12:45 WIB

Adab dan Doa Saat Bepergian

Seorang yang hendak bepergian hendaklah berpamitan.

Jalan tol (ilustrasi)
Foto: Republika
Jalan tol (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, TAIF -- Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda:

إذا أراد الله قبض عبد بأرض جعل له إليها حاجة

Baca Juga

“Sesungguhnya jika Allah menghendaki untuk mencabut nyawa seorang hamba di suatu tempat, maka Allah jadikan hamba itu memiliki keperluan di tempat tersebut.” (HR. Al-Hakim).

Hadist ini menegaskan seringkali seorang hamba akan digerakkan menuju tempat yang jauh yang sesuai dengan tempat kematian yang telah ditetapkan. Untuk itu, Rasulullah SAW menganjurkan beberapa amalan saat safar yang juga menjadi bekal persiapan kematian. Beberapa anjuran tersebut adalah sebagai berikut.

Berpamitan dan Mendoakan

Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi dalam kitab Minhajul Muslim menyebut, seorang yang hendak bepergian hendaklah berpamitan dengan keluarga atau kerabat yang ditinggalkan. Saat berpamitan itu, orang yang hendak pergi hendaknya membaca doa sebagai berikut.

أَسْتَودِعُ الله دِينَكُم، وَأَمَانَتَكُم، وخَوَاتِيمَ أَعْمَالِكُم

Latin: “Astaudiukallohu diinakum wa amanaatikum wa khowaatima a’maalikum.”

Artinya: “Aku titipkan kepada Allah agama kalian, amanah kalian dan akhir amal kalian.”

Sedangkan orang yang ditinggalkannya berdoa: 

زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ  وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Latin: "Zawwadakallohu taqwaa, wa ghofaro dzanbaka, wa yassaro lakal khoiro haitsumaa kunta."

Artinya: "Semoga Allah membekalimu ketakwaan, mengampuni dosamu, dan memudahkan kebaikan untukmu di mana pun kamu berada."

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement